Kecewa, Audiensi PAKU dan FBTOK diwarnai Aksi Walk Out

oleh -84 views

KUNINGAN, (SGOnline).-

Upaya mediasi antara pengemudi online dengan supir angkutan umum (konvensional) yang difasilitasi DPRD Kabupaten Kuningan di ruang Banmus DPRD setempat, Rabu (4/12/2019) diwarnai aksi walk out atau keluar dari ruang pertemuan.

Merasa kecewa karena tidak menemukan solusi atas tuntutan penghapusan zona merah yang berlaku bagi supir online, lima orang perwakilan dari Forum Bersatu Transfortasi Online Kuningan (FBTOK) memilih keluar ruangan.

Koordinator FBTOK, Uyu Wahyudi mengaku keberatan atas pendapat Dishub yang menyatakan zona merah menjadi harga mati yang tidak bisa dicabut bahkan memberikan persyaratan untuk pengaturan izin Angkutan Sewa Khusus (ASK) di Permen 118 sebagai satu-satunya syarat untuk mencabut zona merah.

“Karena dari pagi tidak ada solusi, maka kami mengambil sikap dengan walk out. Zona merah itu tidak ada diatur dalam Permen 118, justru zona merah yang melanggar Permen 118. Kita tetap fokus pada keputusan awal yaitu zona merah dicabut,” jelas Uyu.

Merasa tidak mendapatkan solusi, Uyu pun menginformasikan kepada driver online lainnya dalam sebuah grup aplikasi media sosial untuk melakukan aksi demonstrasi ke Kantor Dinas Perhubungan Kuningan, pada pukul 13.00 WIB

“Kami merasa tidak ada solusi maka dari itu saya sudah menginformasikan kepada driver lainnya untuk segera melakukan aksi demonstrasi di kantor Dinas Perhubungan, karena paguyuban awak angkutan umumnya sendiri bersedia untuk dicabut namun Dishubnya yang memberatkan kami,” ungkapnya.

Aksi demonstrasi yang dilakukan di Kantor Dinas Perhubungan, dilakukan puluhan armada online, baik itu beroda empat maupun roda dua. Sempat berorasi sebentar, namun orasi tersebut dibubarkan oleh aparat kepolisian karena tidak memiliki izin.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Deni Hamdani mengatakan, kebijakan penerapan zona merah adalah untuk memberikan ruang pada angkutan umum konvensional dalam mencari nafkah.

“Memang tidak ada regulasi di tingkat atas untuk penerapan zona merah. Jika saja para pelaku usaha transportasi online di Kuningan telah menempuh aturan sesuai Permen 118 tentang Pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) dan mengajukan Izin Angkutan Sewa Khusus (ASK),” ujarnya. (Andin/SGO)