Kejari Kota Cirebon Rangkul Kaum Milenial agar Sadar Hukum

oleh -21 views


CIREBON, (SGOnline).-

Untuk mewujudkan masyarakat sadar hukum, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cirebon mengadakan program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) dan Jaksa Menyapa.

Kepala Staf Intelijen (Kasintel) Kejaksaan Negeri Kota Cirebon, Bachtiar Ihsan Agung, mengatakan, program JMS sudah dijalankan sejak awal tahun 2020. “Sebelum wabah covid-19 melanda,” katanya, Selasa (1/12/2020).

Sedangkan program Jaksa Menyapa, lanjut Bachtiar Ihsan Agung, baru digalakkan akhir-akhir ini melalui siaran di RRI. Acara ini hadir bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih tentang proses hukum. “Program Jaksa Masuk Sekolah bertujuan memberikan pendidikan hukum mulai sejak dini, termasuk penyuluhan terkait korupsi, maupun perbuatan melawan hukum lainnya,” tuturnya.

Kegiatan JMS dan Jaksa Menyapa ini diadakan setiap tahun dan juga setiap triwulan. Tujuannya, agar generasi milenial Kota Cirebon taat hukum. “Kita ingin membuat generasi milenial sadar hukum. Caranya, dengan memberikan edukasi mengenai masalah hukum yang sedang hits di Kota Cirebon,” jelasnya.

Agung mengatakan, tingkat kesadaran masyarakat terhadap hukum sudah cukup baik, namun Kejaksaan akan terus memberikan penyuluhan agar masyarakat mengerti tentang hukum. “Untuk sekelas Kota Cirebon dibanding yang lain, kasus yang ditangani relatif sedikit,” ungkapnya.

Agung memaparkan, setidaknya dalam kurun waktu satu bulan laporan yang masuk ada 30 perkara yang ditangani. Dengan jumlah itu atau paling banyak 40 kasus, bisa dipastikan jika kesadaran hukum warga Kota Cirebon sudah baik.

READ  Letkol Kav Cristian Gordon Resmi Jabat Danyonkav 4/Kijang Cakti

Adapun kasus yang banyak dipertanyakan adalah penyalahgunaan narkoba. Hanya saja, pelakunya bukan serta merta warga kota, karena Cirebon merupakan daerah transit dan jumlah pendatang lebih banyak dari penduduk aslinya.

“Untuk persoalan narkoba, Kejari akan berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional Kota Cirebon. Jadi perlu ada pertemuan lintas sektoral, baik BNN maupun terkait lainnya,” ucap dia. (Herwin/SGO)