Kemarau Panjang, Perajin Bata Gembira Petani Padi Menangis

oleh -46 views

INDRAMAYU, (SGOnline).-

Musim kemarau yang tak kunjung berakhir membuat ribuan petani di Kabupaten Indramayu menangis. Pasalnya, padi sadon mulai hamil tua namun tidak didukung pasokan air yang memadai. Kondisi itu terlihat dari sejumlah saluran tersier di beberapa lokasi di banyak kecamatan kering kerontang.

Namun di tengah tetesan air mata para petani, puluhan bahkan ratusan perajin bata dadakan mulai tersenyum. Sebab, kemarau merupakan saat yang tepat untuk memproduksi bata merah, juga harganya sangat menggiurkan.

“Musim kemarau sekarang ini sangat tepat untuk memproduksi bata merah. Musim kemarau saya manfaatkan untuk membikin bata. Sekarang harga bata lumayan,” tutur Kusman (39) warga Blok Pecuk, Desa Panyindangan Wetan, Kecamatan Sindang, Indramayu, pada Surya Grage Online, Kamis (10/10/2019).

Dikatakan ayah beranak satu ini, selama dua minggu terakhir dia yang dibantu Wasti(41), istrinya dan dua anaknya yang mulai dewasa, sudah memiliki tabungan bata yang belum dibakar sebanyak 3000 potong. Bata-bata cetakan itu disimpan pada suatu tempat di pinggir Sungai Cimanuk yang hanya ditutupi dengan tenda beratap rumbia.

Lain halnya yang diungkapkan Koma (42). Warga Blok Bojong, Desa Arahan Kidul, Kecamatan Arahan itu mengaku, sejak sawahnya gagal dia langsung membuat bata. Pembuatan bata dengan campuran tanah liat dan dedak kasar itu dimaksudkan, untuk mencari modal pengganti gagal panen padi miliknya.

“Dari pada merintih ga karuan memikirkan sawah yang gagal panen, mendingan membuat bata. Ya itung-itung mencari modal untuk gagalnya padi di musim sadon sekarang ini. Sekarang kesedihan kami atas gagal panennya sudah mulai terobati. Sebab, bata yang saya cetak sudah banyak mencapai 15 ribu. Kalau diuangkan, bisa mengembalikan modal gagal panen,” katanya.

Pantauan SGO, selain warga kecamatan Arahan dan Sindang, pembuatan bata terlihat pula di sejumlah tempat lain, yakni di Kecamatan Cantigi, Lohbener, Widasari Jatibarang, Bangodua, Balongan, Juntinyuat, Karangampel serta Krangkeng. Termasuk di Kecamatan Terisi, Cikedung yang dikenal sebagai andalan produksi bata.(Ger/SGO)