Kinerja DPRD Kabupaten Kuningan Dipertanyakan

oleh -92 views

KUNINGAN, (SGOnline).-

Mantan Ketua KPU Kabupaten Kuningan periode 2013-2018, Heni Susilawati mengkritisi tata tertib dan Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Sebab, hingga dua bulan pasca dilantik sebagai anggota DPRD belum juga terbentuk. Padahal dengan molornya pembentukan AKD akan berdampak terhadap pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2020.

“Sedangkan tahun anggaran 2020 hanya tinggal dua bulan lagi, paling lambat tanggal 30 Nopember 2019, pemerintah daerah dengan DPRD harus sudah tercapai persetujuan bersama terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2020 sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 312 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah,” jelas Heni, Jumat (1/11/2019).

Heni menyoroti belum adanya perkembangan signifikan dari kinerja DPRD usai pelantikan 9 September lalu. Wakil rakyat ini masih berkutat pada perdebatan fraksi, tatib dan pembentukan alat kelengkapan DPRD. “Ketika mereka terpilih, setumpuk harapan publik tergantung hampir dua bulan, masyarakat menaruh harapan besar kepada mereka, banyak pekerjaan yang menunggu,” kata Heni.

Perempuan yang juga berprofesi sebagai dosen di Uniku ini, menganggap AKD merupakan elemen penting penunjang kinerja dewan. Tanpa AKD, DPRD tidak akan bisa bekerja dengan maksimal. Namun, hingga saat ini AKD belum juga terbentuk.

Heni berharap, anggota DPRD segera menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat seperti Legislasi, anggaran dan pengawasan. “Kita menunggu suara-suara dari wakil rakyat atas permasalahan-permasalahan yang saat ini terjadi di masyarakat, seperti kelangkaan air dan lapangan pekerjaan,” tutur Heni. (Andin/SGO)