Komisi II DPRD Dorong Percepatan Penyelesaian Reservoir PAM

oleh -132 views


CIREBON, (SGOnline).-

Anggota Komisi II DPRD Kota Cirebon melakukan inspeksi ke lokasi pembangunan reservoir Perumda Air Minum (PAM) Tirta Giri Nata Kota Cirebon, Kamis (25/6/2020) di Plangon, Kabupaten Cirebon.

Peninjauan tersebut untuk memastikan proses penyambungan pipa lama dan baru, serta meminta kepastian penyelesaian hingga rencana uji coba dilakukan. Sebab, manajemen PAM Tirta Giri Nata sempat memprediksi, jika Juni sudah bisa dioperasikan.

Anggota Komisi II, Heriyanto menilai, pekerjaan penyambungan pipa lama dan baru akan molor lagi. Bahkan hingga dua bulan lagi pun belum tentu selesai.

“Jika pengerjaan penyambungan tidak dilakukan simultan, hingga dua bulan tidak akan selesai. Seharusnya, setiap lini ada pekerjaan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II, H Watid Sahriar, memberikan catatan, secara teknis PAM Tirta Giri Nata sudah memahami apa yang harus dilakukan terkait penyelesaian penyambungan pipa hingga uji coba.

“Kami berharap tidak ada masalah. Saya yakin sudah paham apa yang perlu dilakukan. Termasuk mereka harus persiapan adanya gangguan layanan selama sepekan, dan itu saya kira wajar,” katanya.

Tingkatkan pelayanan

Sedangkan Dirut PAM Tirta Giri Nata, Sopyan Satari berterima kasih atas masukan yang diberikan anggota Komisi II. Karena, sudah memberikan perhatian dan dukungan terhadap pengembangan pelayanan air minum.

“Terima kasih atas perhatian dan dukungan pemerintah daerah dan Komisi II DPRD Kota Cirebon pada Program SPAM, khususnya pembangunan reservoir 9.000 M3 dan pemasangan Jaringan Distribusi Utama (JDU) 600 mm,” ujarnya.

READ  Pemuda Muhammadiyah Diminta Ikut Berkiprah Majukan Kota Cirebon

Sopyan juga mengatakan, sangat mendukung langkah-langkah Komisi II untuk mempercepat pemanfaatan reservoir tersebut, sebagai meningkatkan pelayanan penyediaan air bersih kepada masyarakat Kota Cirebon.

“Kami sangat mendukung dengan adanya rencana kunjungan kerja Komisi II ke Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Barat selaku pemilik proyek. Karena hal tersebut mendorong percepatan dan memastikan pemanfaatan resevoir dan JDU,” ungkapnya. (Rilis/Erwin/SGO)