Komisi II DPRD Nilai Penanganan Sampah di Kota Cirebon Belum Maksimal

oleh
Kepala DLH Kota Cirebon, Abdullah Syukur

CIREBON, (SGOnline).-

Persoalan sampah di Kota Cirebon masih menjadi sorotan serius Komisi II DPRD saat menggelar rapat kerja dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Rabu (15/7/2020), di Griya Sawala DPRD setempat.

Beberapa poin yang dibahas, di antaranya proses pengangkutan sampah dari tempat pembuangan sementara (TPS) ke tempat pembuangan akhir (TPA), penanganan sampah di jalan raya, hingga upaya pengurangan sampah.

Kepala DLH Kota Cirebon, Abdullah Syukur, menyampaikan, permasalahan sampah sangat berat dan kompleks. Volume sampah mencapai 800 hingga 1.500 meter kubik per harinya.

Perhitungan tersebut dari kalkulasi seluruh jumlah sampah yang ada di TPS di Kota Cirebon. Kondisi itu, belum menghitung jumlah sampah kiriman yang dibuang warga bukan di tempat sebenarnya.

“Saat PSBB memang sampah di Kota Cirebon sempat berkurang. Setelah mulai adaptasi kebiasaan baru, jumlah sampah kembali seperti biasanya,” ujar Syukur.

Belum ada progres

Sementara itu, Ketua Komisi II Kota Cirebon, H Watid Sahriar, mengatakan, beberapa poin hasil rapat sebagai bahan rekomendasi Komisi II, yaitu DLH disarankan membentuk badan layanan umum (BLU), khusus pengelolaan persampahan di Kota Cirebon.

Atas rencana tersebut, Komisi II akan kembali menggelar rapat kerja dengan DLH terkait pembentukan BLU pengelolaan sampah. Upaya itu diharapkan bisa menangani masalah sampah yang masih belum ada progres secara signifikan.

“Karena persoalan sampah ini masih kurang baik penanganannya. Usulan dari Komisi II untuk membentuk badan layanan umum persampahan ini cukup tepat,” ujar Watid. (Rilis/Erwin/SGO)