KORMI Kota Cirebon Tetap Eksis di Tengah Pandemi

oleh

CIREBON, (SGOnline).-

Dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Cirebon terus menunjukkan eksistensinya agar masyarakat tetap sehat, bugar dan gembira, Rabu (21/7/2021)

Dari mulai kegiatan Festival Olahraga Tradisional (Oltrad) di tahun 2020 tingkat sekolah dasar (SD) yang sukses digelar hingga senam sehat agar selalu terjaga imunitas dimasa pandemi dengan berolahraga, KORMI Kota Cirebon menunjukkan eksistensinya di daerah, Jawa Barat maupun nasional agar kegiatan pembudayaan, rekreasi dan tradisional tak pudar di masyarakat.

Ketua 1 KORMI Kota Cirebon, H. A. Dedi Kenedi mengatakan, semua kegiatan keolahragaan maupun yang lainnya di masa pandemi ini yang berkaitan dengan protokol kesehatan dijalankan dengan pengaturan jarak, menyediakan tempat cuci tangan, 5 M dan lain sebagainya dengan ketat. “Di tahun ini dari Januari hingga Juli full melakukan kegiatan, hanya saja libur di bulan puasa kemarin,” katanya.

Dedi menjelaskan, setelah melakukan Rapat Kerja (Raker) KORMI secara dalam jaringan (Daring) kemarin akan dilanjutkan dengan melakukan kegiatan pelatihan olahraga dengan ketentuan jarak yang sudah ditentukan untuk antar peserta tingkat umum karena direncanakan akan dilakukan di outdoor atau lapangan terbuka agar gerak para pelatih maupun wasit bisa ada pengetahuan-pengetahuan baru tentang bagaimana pelatihan olahraga rekreasi dan tradisional.

“Bulan Agustus hingga Desember juga pastinya ada kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan olahraga tradisional untuk meningkatkan imun,” jelasnya.

Di akhir tahun, kata Dedi Kenedi, KORMI sendiri akan melaksanakan musyawarah untuk pemilihan calon ketua umum. Sebelumnya, dalam waktu dekat akan ada Oltrad Provinsi Jawa Barat yang nantinya akan ke Oltrad Nasional. “Pekan Oltrad Jawa Barat untuk tingkat SMA dan umum saja, nanti kita akan mencoba seleksi untuk dibawa ke Jawa Barat dan sosialisasi itu sudah kami lakukan, tinggal melakukan pendaftaran dan nantinya akan dilakukan pembinaan olahraga dan itu nantinya akan digaungi oleh Klub Olahraga Tradisional Kota Cirebon, kita tetap melihat situasi dan kondisinya apakah dilakukan daring atau tidak,” imbuhnya.

Terkait pelaksanaannya, Dedi menambahkan, jika pekan olahraga tradisional merupakan ajang lomba olahraga tradisional diikuti masyarakat yang mewakili daerah dan kota di Jawa Barat. Pekan olahraga tradisional tingkat Jawa Barat tahun 2021 rencananya akan diselenggarakan di Kota Bandung pada akhir bulan Juli 2021.

Target peserta dalam kegiatan ini secara umum adalah kaum milenial dengan kisaran usia 14 sampai 24 tahun. Harapannya olahraga tradisional dapat dilestarikan di tengah perkembangan permainan-permainan digital oleh generasi muda. Karena, cabang olahraga tradisional yang dipertandingkan ada 5 di antaranya egrang, sumpitan, lari balok, ketapel dan panahan tradisional.

Kemudian, jadwal sosialisasi sudah dimulai sejak tanggal 1-10 Juli, pendaftaran peserta 11-24 Juli, manager meeting (khusus manager tim) 16 Juli secara daring, technical meeting 25 Juli. Sedangkan pembukaan perlombaan, perlombaan olahraga tradisional dan penutupan perlombaan 26 Juli 2021. “Kami berharap pandemi segera berakhir dan PPKM Darurat tidak diperpanjang lagi agar semua kegiatan keolahragaan berjalan dengan lancar,” paparnya. (Andi/SGO)