Kue Cikak (Kue Ku), Simbol Panjang Umur dan Rezeki

oleh
kue cikak/istimewa

PAPAH penggemar kue cikak, ada yang menyebut kue ku dan ada lagi yang menamakan kue kukuran. Dulu setelah pulang kerja di Bank Exim, beliau suka minum kopi sambil makan kue kukuran.

Setelah pensiun, sepulang dari pasar jualan jamu, papah makan kue ku sambil minum kopi, pernah berkata 生活必须享受并感激 Shēnghuó bìxū xiǎngshòu bìng gǎnjī, artinya hidup harus dinikmati dan disyukuri.

Kue cikak atau kue ku pelafalan dari bahasa Hokian, aslinya bernama 龟 Guī, artinya kura-kura. Karena kue ini dibuat mirip cangkang kura kura. Warnanya merah terbuat dari tepung ketan, dalamnya isinya kacang ijo. Bentuknya elips oval kecil.

Warga Tionghoa membuat kue ku saat Imlek untuk sembahyang, menyajikan kue ku di saat Imlek mengandung makna mengharapkan panjang umur, merah mengandung arti kegembiraan dan warna merah juga simbol dari tanah.

Panjang umur

Tanah berarti harus membumi dan saat selamatan cukuran 40 hari kelahiran anak, kue ku dikirim bersama telor merah. Mengandung arti panjang umur, merah mengandung arti kegembiraan menyambut kelahiran dan warna merah juga simbol dari tanah, artinya kehidupan harus membumi.

Kue ku yang dibagikan saat selamatan 40 hari kelahiran bayi terbuat dari tepung ketan yang lengket dan manis. Artinya, kehidupan harus menjalin persahabatan dan persaudaraan yang lengket dan erat.

Sedangkan telor melambangkan dimulainya awal kehidupan. Itulah arti dari kue ku yang berasal dari kata 龟 Guī artinya kue kura kura lambang panjang umur. (SGO)

Oleh: Jeremy Huang Wijaya