Luqman: Wewenang dan Kendali Tetap pada Putra Mahkota

oleh -107 views

CIREBON, (SGOnline).-

Putra Mahkota Keraton Kasepuhan Cirebon, Pangeran Raja Adipati (PRA) Luqman Zulkaedin memastikan terkendalinya segala situasi keraton, sepeninggal ayahandanya, PRA Arief Natadiningrat pada 22 Juli 2020.

Luqman kembali meyakinkan, jika Keraton Kasepuhan saat ini tetap kondusif di tengah isu pengambilalihan tahta yang dilakukan Raden Rahardjo Djali. Bahkan, Rahardjo sempat melakukan aksinya, menggembok salah satu pintu ruangan keluarga sultan akhir Juni lalu.

“Keraton Kasepuhan hingga kini masih kondusif, wewenang dan kendali tetap pada Putra Mahkota PRA Luqman Zulkaedin,” kata Luqman kepada sejumlah awak media, Kamis (6/8/2020).

Ia menegaskan, sejak ratusan tahun lalu, adat dan tradisi Keraton Kasepuhan Cirebon sudah berjalan. Hal itu berlaku pula dalam pergantian/suksesi kepemimpinan sultan, yakni sebelumnya ditetapkan putra mahkota oleh sultan yang masih bertahta.

Secara otomatis

Dalam hal tersebut, ia memastikan kedudukannya sebagai putra mahkota sudah ditetapkan Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat di Keraton Kasepuhan Cirebon pada 30 Desember 2018.

“Dalam tradisi kesultanan, ketika sultan mangkat, secara otomatis putra mahkota yang telah ditetapkan almarhum wajib menggantikan dan meneruskan tugas dan tanggung jawabnya sebagai sultan,” tegas Luqman.

Karena itu, katanya lagi, yang dilakukan Rahardjo bertentangan dengan tradisi turun temurun di Kesultanan Kasepuhan. Rahardjo disebutnya tak berhak atas gelar kerajaan.

Rahardjo, bahkan disampaikannya bukanlah anak sultan. Ulahnya yang membuat video pengambilalihan tahta kesultanan Juni lalu sudah dilaporkan ke aparat berwenang dan masih dalam proses penanganan kepolisian,” tandasnya.(Andi/SGO)