Mahasiswa Dituntut Lebih Peka terhadap Lingkungan

oleh -65 views

CIREBON, (SGOnline).-

Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab Dakwah (FUAD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar Diskusi Panel Dewan Eksekutif Mahasiswa di CK Coffee, Kamis (17/10/2019) malam. Acara yang terbuka untuk umum bertema “Gerakan Mahasiswa dan Islam Progresif” ini dikuti 30 peserta .

Ketua Panitia, Irmayanti mengatakan, kegiatan diskusi ini sebagai bekal bagi mahasiswa agar lebih peka terhadap kondisi sosial di masyarakat. “Selain untuk menambah wawasan keilmuan, harapan kami para mahasiswa dapat lebih nyata untuk bersentuhan langsung dengan masyarakat,” katanya.

Sementara, Ketua Dewan Mahasiswa FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon, M. Deden Jalaluddin mengemukakan, meskipun diselenggarakan pada malam hari namun antusias mahasiswa untuk mengikuti diskusi panel revolusi ini sudah dirasa sangat luar biasa.

“Mudah-mudahan ke depannya wadah diskusi seperti ini lebih banyak diminati lagi oleh para mahasiswa. Dengan demikian, mahasiswa dapat mengembangkan daya pikir, pengetahuan dan pengalamannya,” kata Jalaluddin.

Ahmad Syatori, selaku narasumber menyampaikan, Islam Progresif pertama kali digaungkan oleh Gus Fayyad, ia adalah tokoh muda NU asal Probolinggo Jawa Timur. Jauh sebelum itu, sebetulnya Islam Progresif sudah terlebih dulu dan pertama diperkenalkan Nabi Muhammad SAW. Islam dari awal memang sudah progresif dan Nabi sendiri yang telah mencontohkannya.

“Pada dasarnya, definisi progresif adalah sebuah peradaban, maju serta melampaui batas. Lebih intens lagi, progresif adalah sebuah pembelaan kepada kaum lemah atau tepatnya kaum yang dilemahkan. Hal ini selaras dengan awal mula datangnya Islam, ia datang untuk membela kaum yang ditindas,” katanya.

Syatori berpesan agar mahasiswa sudah selayaknya peka terhadap keadaan masyarakat, lihat di sekeliling lingkungan, karena masih banyak masyarakat yang menjerit karena tertindas. “Hiduplah bersama mereka, dengarkanlah curhatannya dan carilah solusinya,” katanya. (MAD/SGO/Rilis)