Mari Sukseskan Sensus Penduduk 2020 Kota Cirebon

oleh -105 views

CIREBON, (SGOnline).-

Badan Pusat Statistik (BPS) selalu berupaya menyediakan data berkualitas dan bisa dipertanggungjawabkan. Adapun pendataan pertama kali dilakukan pada tahun 1961 yang tujuannya adalah tersedianya kerangka wilayah kerja statistik yang mutakhir.

Pernyataan itu disampaikan Kepala BPS Kota Cirebon, Joni Kasmuri pada acara evaluasi wilayah kerja statistik (wilkerstat) sosialisasi sensus penduduk 2020 (SP 2020) serta penandatanganan deklarasi dukungan SP2020 di Ball Room Hotel Prima Kota Cirebon, Senin (25/11/2019).

“Kerangka induk yang dibuat DPR selama ini terdiri dari fakta dan muatan blok sensus atau biasa disingkat dengan BS. Untuk melengkapi berbagai metode yang akan digunakan dalam sensus dan berkelanjutan, maka kerangka hidup tersebut dilengkapi dengan informasi satuan lingkungan setempat atau RT,” katanya.

Dijelaskan Joni, seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pengembangan terus dilakukan. Untuk saat ini, pemetaan dan pemutakhiran muatan wilayah kerja statistik atau wilkerstat SP2020 dilaksanakan pada April 2019 di seluruh kelurahan/desa di 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Wilkerstat ini menghasilkan statistika spasial sebagai jembatan integrasi informasi statistik dan geospasial, yang tujuannya untuk meningkatkan kualitas kesediaan wilayah kerja statistik sebagai dasar pelaksanaan lapangan sensus penduduk 2020.

“Adapun tujuan dari pemetaan dan pemutakhiran muatan wilkerstat sp2020 adalah untuk menyusun peta wilayah kerja statistik dan mendapatkan gerakan induk yang mutakhir untuk sensus penduduk 2020, serta mendukung kebijakan satu peta Indonesia yang tidak hanya menyediakan data jumlah penduduk tapi juga komposisi penduduk menurut kelompok umur dan jenis kelamin,” jelasnya.

Selain itu, kata Joni lagi, karakteristik penduduk, seperti pendidikan yang ditamatkan dan jenis pekerjaan dapat dilihat dari sensus penduduk 2020. Termasuk kontribusi distribusi jumlah penduduk kelurahan maupun desa, bahkan sampai level satuan lingkungan setempat atau SLS/RTP menuju satu data kependudukan.

Sensus penduduk 2020 dilaksanakan dengan dua tahapan besar, yaitu secara online dan wawancara. Masyarakat dapat melakukan sensus mandiri secara online dengan menggunakan HP atau laptop/komputer yang terhubung dengan internet. Bagi masyarakat yang tidak dapat melakukan secara online, akan didatangi petugas sensus pada Juli 2020 untuk diwawancara secara langsung.

“Jumlah pertanyaan yang diajukan ada 21 jenis, yang dihimpun dalam empat kelompok besar, seperti variabel individu, status pekerjaan, pendidikan, kepemilikan rumah, konsumsi listrik dan sebagainya. Pelaksanaan sensus penduduk 2020 mengalami transformasi dari metode tradisional tahun 1961 sampai 2010 ke metode komponen kombinasi yang akan dilaksanakan pada tahun 2020,” paparnya.

Sementara itu, Walikota Cirebon, H Nashrudin Azis menyambut baik rencana sensus penduduk 2020. Untuk itu, ia meminta seluruh warga kota untuk mendukung kegiatan tersebut. “Berikan data yang valid kepada petugas sensus, karena dengan data yang benar akan menghasilkan keputusan atau kebijakan yang bisa dipertanggungjawabkan. Untuk itu, mari sukseskan sensus penduduk tahun 2020,” ucapnya. (Andi/SGO)