Mencium Hajar Aswad, antara Doa dan Kesombongan

oleh -127 views

MAKKAH, (SGOnline).-

Setiap jemaah haji dan umroh pasti sangat mengharapkan bisa mencium Hajar Aswad. Selain wangi, batu berwarna hitam tersebut juga menjadi sunah saat seorang muslim bisa menciumnya. Untuk bisa mencium batu yang berasal dari surga itu bukan perkara mudah. Karena ribuan jemaah dari berbagai negara berdesak-desakan berebutnya.

Tidak ada waktu senggang, sebab orang yang melaksanakan ibadah tawaf itu 24 jam. Jadi, jika ada yang berkata bisa mencium Hajar Aswad di waktu dini hari itu tidak benar. Untuk bisa mencium Hajar Aswad dari pengalaman saya diperlukan usaha dan doa yang maksimal. Jika hanya mengandalkan kekuatan otot apalagi niat yang kurang baik dipastikan tidak akan berhasil.

Pengalaman saya sebelum mencium Hajar Aswad harus selalu beristigfar, mengaji, berdzikir, bersalawat sambil menatap Kakbah. Setelah itu melakukan tawaf satu putaran sambil membaca kalimat ‘Lahaula walaakuata illahi billah’ di dalam hati sambil bergeser sedikit demi menepi ke samping Kakbah.

Ketika mendekat pasti jemaah haji sudah berjubel ingin masuk mencium hajar aswad. Melangkah sedikit demi sedikit dan jangan sampai menyakiti orang lain. Insha Allah jika kita sabar dan terus berjuang sambil berdzikir serta memohon pertolongan pada Allah SWT pasti diberikan jalan.

Memang tidak mudah, karena ribuan orang berduyun-duyun ingin berdoa di tempat mulia itu, karena merupakan tempat yang mustajab. Alhamdulillah setelah saya mengamalkan itu diberikan izin dan kemudahan oleh Allah SWT. Kemudian pada hari kedua saya mencoba tanpa berdoa dan ada sedikit kesombongan dalam hati. Alhasil, saya sangat sulit menembus kerumunan jemaah yang jutaan itu.

Dari pengalaman itu ternyata doa memiliki kekuatan yang sangat dahsyat mengalahkan nalar dan logika manusia yang memiliki keterbatasan. Hajar aswad sendiri seperti diketahui memiliki berbagai keistimewaan dan keutamaan.

Dilansir dari buku Rujukan Utama Haji & Umrah untuk Wanita karya Ablah Muhammad al-Kahlawi disebutkan, terdapat enam keistimewaan hajar aswad yang jarang diketahui. Pertama, batu yang berasal dari surga. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW. “Hajar aswad berasal dari surga,” (HR Ahmad dan al-Turmudzi).

Kemudian, terletak di tempat paling mulia di dalam Baitullah Hajar aswad terletak di atas fondasi-fondasi dasar yang telah ditinggikan Nabi Ibrahim bersama putranya, Nabi Ismail. Sebagaimana Allah SWT, berfirman di dalam surah Al Baqarah. “Dan ingatlah ketika Ibrahim meninggikan fondasi-fondasi Baitullah bersama Ismail” (QS Al Baqarah : 127).

Ketiga, satu satunya batu yang sangat dianjurkan untuk dikecup dan diusap. “Sungguh, aku tahu, kamu hanya batu. Tidak bisa memberi manfaat atau bahaya apa pun. Andai saja aku ini tak pernah sekalipun melihat Rasulullah shallahu alaihi wa sallam menciummu, aku pun enggan menciummu,” (HR Bukhari).

Keempat, menjadi titik awal dimulainya tawaf di sekeliling Kakbah. Kemudian kelima, menjadi saksi di hari kiamat bagi orang yang mengusapnya dengan benar. Keenam, dikatakan sebagai tangan kanan Allah SWT di bumi yang bisa dijabat oleh hambanya. (Hisyam/SGO)