Menengok Tradisi Pelal di Keraton Kanoman dan Statemen PRA Lukman Soal Muludan

oleh -13 views

CIREBON, (SGOnline).-

Malam Pelal Ageng Panjang Jimat merupakan acara puncak peringatan hari kelahiran Rasulullah SAW, pada malam 12 Rabiul Awal tahun Gajah (571M) di Kota Mekah. Istilah Pelal Ageng, artinya malam keutamaan yang besar, yakni malam Rasul lahir ke dunia.

Sementara sebutan Panjang Jimat, berasal dari kata panjang, yaitu sebuah piring pusaka berbentuk bundar besar. Benda itu pemberian seorang pertapa suci, bernama Sanghyang Bango dari Gunung Siangkup.

Sedangkan istilah jimat, merujuk pada sebuah benda apapun yang mempunyai nilai sejarah dan nilai pusaka yang harus dijaga. Jimat sendiri pada dasarnya sebutan untuk nasi yang dalam prosesnya ketika menjadi gabah, dikupas satu persatu.

“Setiap biji berasnya dilantunkan salawat kepada Nabi Muhammad SAW oleh rombongan Sindangkasih, lalu disucikan atau dipesusi di Sumur Bandung dengan diiringi lantunan salawat dari rombongan ibu-ibu yang suci (menjaga wudlu) dari hadats kecil dan hadats besar, dan salah satunya perawan Sunti,” jelas juru bicara Keraton Kanoman Cirebon, Ratu Raja Arimbi Nurtina, Kamis (29/10/2020) malam.

Dijelaskan dia, nasi yang proses memasaknya diiringi salawat inilah yang disebut nasi jimat. Jimat yang dimaksud adalah salawat yang dipanjatkan kepada Nabi Muhammad SAW. Sebab, salawat ini yang akan menjadi syafaat umat Muslim ketika di hari pembalasan.

Dengan kata lain, Panjang Jimat merupakan iring-iringan nasi jimat yang diletakkan di atas piring panjang, sehingga malam pelal ageng itu di sebut malam Panjang Jimat. “Ini merupakan acara ritual terbesar, karena Nur Muhammad menjadi sebab adanya dunia dan alam semesta. Sedangkan kelahiran Gusti Rasul Muhammad menjadi faktor terangnya cahaya Islam bagi alam semesta,” ungkapnya.

Hanya saja, lanjut Arimbi, peringatan muludan kali ini, Keraton Kanoman menggelarnya secara sederhana, namun khidmat. Hal ini karena masih adanya pandemi virus Covid-19 di hampir seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia.

“Sesuai imbauan Pemkot Cirebon dan kepolisian, peringatan Pajang Jimat tahun ini meniadakan pasar malam Muludan, termasuk meniadakan pedagang dan mengimbau masyarakat agar tidak perlu hadir di acara ini,” ujarnya.