Menikahi Waria, Suami Adukan ‘Istri’ ke Polisi

oleh -133 views


MATARAM, (SGOnline).-

SU (25 tahun) alias Mita terpaksa berurusan dengan aparat Polres Lombok Barat sebagai tersangka kasus penipuan. Ia diringkus polisi karena dianggap memalsukan data diri di kartu tanda penduduknya (KTP). Mita merupakan waria yang menikah dengan pria asal Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

“SU untuk sementara dikenai pasal 378 KUHP, karena memalsukan data diri di KTP,” kata Kasat Reskrim Polres Lombok Barat, AKP Dhafid Shiddiq di Lembar, Selasa (9/6/2020).

Dari hasil pemeriksaan kartu tanda penduduk (KTP), SU menggunakan foto aslinya dengan wujud perempuan. Namun, data yang tercantum, SU mengggunakan milik orang lain.

“Jadi, berdasarkan penelusuran kami ke lingkungan asalnya, Pejarakan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, yang bersangkutan ini adalah laki-laki, bukan seperti yang ada pada KTP-nya,” ungkap Dhafid.

Proses hukum SU masuk ke bagian penyidik Satreskrim Polres Lombok Barat berdasarkan laporan pria berinisial MU (31 tahun) asal Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, yang sempat menikahinya di hadapan penghulu pada tanggal 2 Juni 2020.

“Laporannya tindak pidana penipuan, yang bersangkutan (pelapor) telah menikahi seorang yang diduga perempuan tetapi nyatanya laki-laki,” ucapnya.

Dengan dasar laporan tersebut, kini SU menjalani penahanan di Mapolres Lombok Barat. Untuk proses hukumnya, kata Dhafid, masih berlanjut di tingkat penyidikan.

Pengakuan Mita

SU yang sempat memberikan keterangan di hadapan wartawan di ruang Satreskrim Polres Lombok Barat, berdalih jika dirinya tidak ada niat menipu pelapor, pria yang sempat menikahinya.

READ  Dua WNA Asal Taiwan Diduga Serobot Tanah Warga Ciperna

Karena sejak berhubungan dengan pelapor, masuk ke jenjang pernikahannya, SU mengaku sudah berkata jujur tentang pribadi aslinya sebagai seorang pria.

“Awal pas pertama kenalan, dia memang belum tahu saya laki-laki. Akan tetapi, pas ketemu, dia akhirnya tahu kalau saya laki-laki,” kata SU alias Mita.

Bahkan, selama menjalin hubungan, SU mengaku pernah melakukan “hubungan terlarang” dengan pelapor. Hubungan tersebut dinikmati. Setelah menjalin hubungan, pelapor mengajaknya untuk menikah.

SU alias Mita yang mengaku kaget dengan tawaran tersebut, kemudian mengingatkan kembali bahwa dirinya adalah seorang pria. “Awalnya saya tidak mau nikah, saya bilang jalani saja dulu, tapi dia ancam bilang mau bunuh diri,” katanya.

Karena mendapat ancaman bunuh diri, SU alias Mita pun mengaku menerima ajakan pelapor untuk menikah. Pernikahannya digelar tanpa wali dari pihak keluarga SU di rumah pelapor, Kediri, Kabupaten Lombok Barat.

“Setelah akad nikah, saya minta cerai sama dia, saya minta pulang. Jadi, saya bukan kabur, melainkan saya pulang baik-baik, cerainya dia yang urus semua,” ujarnya. (SGO)

Sumber: antara/jpnn