Minat Kaum Perempuan Indramayu ke Panwascam Meningkat

oleh -84 views

INDRAMAYU, (SGOnline).-

Bila dibandingkan dua tahun lalu atau pada proses Pemilihan Gubernur (Pilgub) tahun 2017, minat kaum perempuan Indramayu yang mengikuti seleksi calon Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kali ini menunjukkan angka peningkatan.

“Hal itu, dapat dilihat dari jumlah kaum perempuan yang mendaftar panwascam saat ini sebanyak 77 orang atau sekitar 13,77 persen. Meski belum memenuhi kuota, tetapi minat kaum perempuan terhadap proses rekrutmen panwascam mengalami kenaikan dan kami berupaya setiap kecamatan terdapat perwakilan kaum perempuan,” kata Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Bawaslu Kabupaten Indramayu, Yati Nurhayati, Kamis (5/12/2019).

Dikatakan dia, jumlah pendaftar sejak tanggal 27 November hingga 3 Desember 2019 berjumlah 559 orang, terdiri dari 482 laki-laki setara dengan 86,32 persen dan 77 perempuan atau setara dengan 13,77 persen. Dengan latar belakang pendidikan SMA dan sederajat sebanyak 171 orang, Diploma sebanyak 22 orang, S1 sebanyak 350 orang dan S2 sebanyak 16 orang.

Dengan kata lain, jumlah pendaftar calon panwascam pada proses Pilkada Indramayu 2020 cukup membludak dengan berbagai latar belakang pendidikan, sementara dari 31 kecamatan yang ada di Indramayu jumlah panwascam yang dibutuhkan hanya 93 orang atau setiap kecamatan dibutuhkan 3 orang. “Semua pendaftar akan mengikuti berbagai tahapan seleksi mulai dari administrasi, seleksi sistem Computer Assisted Test (CAT) Socrative dan tes wawancara,” terangnya.

Masih kata dia, kalau dulu tes panwascam melalui beberapa tahapan yakni lolos administrasi diambil enam besar kemudian diambil tiga besar, tetapi saat ini siapapun yang lolos administrasi maka berhak untuk mengikuti tes socrative dan tes wawancara.

Petugas panwascam yang nantinya lolos seleksi memiliki tugas dan fungsi sebagai kepanjangan tangan Bawaslu yang harus ikut mengawasi jalannya tahapan pilkada di masing-masing kecamatan dan desa sesuai domisili. “Mereka merupakan orang yang langsung berhadapan dengan masyarakat, jadi kinerjanya dituntut untuk lebih profesional dalam menanggapi berbagai tanggapan ataupun temuan yang kemungkinan terjadi di lapangan,” ucapnya. (Rat/SGO)