Mutu Benih Padi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kurang Bagus

oleh
Anggota DPRD Kuningan dari Fraksi PKB, Susanto (dua kanan)

KUNINGAN, (SGOnline).-

Anggota DPRD Kuningan dari Fraksi PKB, Susanto, menggelar reses ke-2. Kali ini reses digelar cukup unik, karena ia menemui petani yang tengah berada pinggir sawah di Desa Kertawirama, Kecamatan Darma, Sabtu (4/7/2020).

Kendati dilakukan di ruang terbuka, namun tetap menerapkan protokol kesehatan. “Saya ingin menjaring aspirasi langsung sambil melihat fakta di lapangan. Terbukti banyak keluhan yang saya dengar,” jelas anggota dewan Dapil 5 ini.

Didampingi perangkat dan warga desa setempat serta Kelompok Tani Kiara Mekar Jaya, Susanto, menyimak dengan seksama setiap aspirasi yang disampaikan warga.

Salah satu anggota Kelompok Tani Kiara Mekar Jaya, Suhyana, mengeluhkan, saluran irigasi sawah yang tersendat akibat amblesnya tanah sawah sekitarnya.

“Kami harap, Pak Dewan bisa mengawal keluhan kami. Sebab, saluran irigasi tertutup di Blok Cengkong, Desa Kertawirama, tertutup sawah yang ambles,” tutur Suhyana.

Benih padi kadaluarsa

Selain saluran irigasi sawah yang ambles, Suhyana pun mengeluhkan benih padi yang sudah kadarluasa. Hal itu dibenarkan Kepala Desa Kertawirama, Dani Iswanto.

“Iya benih padi yang diberikan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, sudah kadarluasa, yang habis pada 11 Juni 2020. Akibatnya petani banyak yang harus membeli benih lagi,” ungkap Kuwu.

Dani pun menambahkan, benih padi tersebut juga tidak tumbuh meski belum kadarluarsa. “Ini berarti kualitas benihnya kurang bagus. Kami berharap Pak Dewan bisa membantu Kami, agar para petani tidak merugi. Apalagi saat pandemi covid-19,” harapnya.

Menyikapi hal tersebut, anggota Komisi II ini, berjanji akan membantu dan menyampaikan aspirasi warga Desa Kertawirama. “Keluhan warga akan saya tindaklanjuti, dengan membawa sampel benih padi dan beberapa temuan lainnya di lapangan,” jelas Susanto. (Ruddy/SGO)