Nelayan Cirebon Terpaksa Alih Pekerjaan Akibat Gelombang Tinggi

oleh -14 views

Media Iklan


CIREBON, (SGOnline).-

Sejumlah nelayan di Kampung Pesisir Utara, Kota Cirebon beralih pekerjaan akibat cuaca ekstrem dan tingginya gelombang laut, ditambah angin kencang yang terjadi beberapa hari terakhir. Akibatnya, nelayan mencari pekerjaan lain, seperti menjadi buruh bangunan, penarik becak dan sebagainya.

“Di tengah laut, ombak tingginya sekitar 4 meter, sehingga kami tidak berani melaut. Kami terpaksa menghidupi keluarga dengan beralih pekerjaan lain,” ujar Edi, salah seorang nelayan Kampung Pesisir Utara, Senin (4/1/2021).

Lebih lanjut Edi menjelaskan, meskipun banyak nelayan yang tak melaut, namun ada beberapa nelayan kerang hijau yang masih tetap melaut, karena lokasinya tidak jauh atau cukup di dermaga saja.

Hal serupa diungkapkan Darno, nelayan lainnya. Menurut dia, semenjak musim utara tiba, ia banting stir jadi pencari kerang hijau. “Saya sekarang cari kerang hijau dan alhamdulillah cukup untuk makan keluarga,” katanya.

Puluhan perahu nelayan terpantau masih bersandar di muara sungai Kampung Pesisir Utara. Di antara nelayan, ada yang memperbaiki perahunya maupun jaring/alat tangkap ikan.

BMKG memprakirakan, tinggi gelombang pada Senin (4/1/2021) pukul 07.00 WIB hingga Selasa (5/1/2021) pukul 07.00 WIB, di Laut Jawa bagian barat (perairan utara Indramayu – Cirebon) berpeluang terjadi tinggi gelombang berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter. (Andi/SGO)

READ  Perumda Air Tirta Giri Nata Uji Coba Reservoir 9.000 Meter Kubik
Media Iklan