Nenek 68 Tahun Tewas di Tangan Dua Perempuan Muda

oleh -71 views

MAJALENGKA, (SGOnline).-

Satreskrim Polres Majalengka bersama Tim Polda Jabar berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) hingga mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.

“Seorang wanita tua di Kabupaten Majalengka, tewas di tangan dua perempuan muda yang diduga kuat sebagai pelaku pencurian dengan kekerasan,” kata Kapolres Majalengka, AKBP Bismo Teguh Prakoso didampingi Kasat Reskrim, AKP Siswono DC Tarigan, dalam konferensi pers, Rabu (12/8/2020).

Menurut dia, kasus ini terungkap Satreskrim Polres Majalengka setelah anggotanya mendapat bukti-bukti kuat terhadap identitas pelaku.

“Penyelidikan terhadap pelaku pencurian diawali pelacakan barang bukti handphone milik korban, yang ternyata teregister alamat berada di Kecamatan Argapura,” katanya.

Kemudian, polisi bergerak menuju lokasi hasil pelacakan dan berhasil mengamankan salah seorang pemuda berinisial, MS (21 tahun) berikut barang bukti satu unit handphone milik korban. Dari hasil interograsi MS, ia mendapatkan handphone tersebut dari hasil COD dengan IN (19 tahun) seharga Rp 450.000.

Dalang pencurian

Dengan informasi kuat ini, polisi dengan mudah menangkap IN yang ternyata salah satu dalang pencurian dengan kekerasan, hingga mengakibatkan hilangnya nyawa seorang nenek berusia 68 tahun.

“Tindak pembunuhan IN dilakukan bersama ER (18 tahun). Keduanya sama-sama tinggal di Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka,” ucapnya.

Tersangka sendiri merupakan tetangga korban dan saat ini meringkuk di sel tahanan untuk proses penyidikan lebih lanjut.

“Kedua tersangka IN dan ER dijerat pasal 365 KUHP, diancam hukuman 12 tahun penjara. Sedangkan barang bukti yang diamankan emas 32 gram, satu televisi 32 inch, tiga buah tabung gas LPG 3 kg dan satu buah smartphone android,” tuturnya.

Kapolres melanjutkan, perkembangan tersangka sebagai penadah saat ini bertambah sebanyak 5 orang, yakni RF, IW, FA, RM, dan UD warga Argapura dan Leuwimunding. “Total penadah sebanyak 6 orang, mereka dijerat pasal 480 KUHP diancam hukuman maksimal 7 tahun penjara,” jelasnya. (Rilis/Ruddy/SGO)