Nora: Hidup adalah Anugerah

oleh -64 views

NORA Kurnia Lativa atau biasa disapa Nora, merupakan sosok gadis cantik yang ramah, santun dan selalu ceria. Hal itu terlihat sejak bergabung ke National Paralympic Commite Indonesia (NPCI) Kabupaten Indramayu lima bulan lalu. Ia pun mengaku sangat menikmati suasana Kota Mangga dengan segala hiruk pikuknya.

“Salah satu alasan saya bergabung ke NPCI Indramayu ini karena seperti menemukan keluarga baru. Semua orang di sini sangat welcome dan saling memahami satu sama lain. Kita benar-benar seperti keluarga,” ungkapnya kepada Surya Grage Online, Selasa (5/11/2019).

Nora awalnya adalah gadis normal, namun pada tahun 2013 silam saat mengendarai sepeda motor, ia mengalami kecelakaan lalu lintas dan terpaksa harus kehilangan kedua kakinya. Peristiwa mengenaskan itu harus dirasakan saat dirinya masih duduk di bangku SMK 3 Trian Sidoarjo, Jawa Timur.

Kendati harus kehilangan kedua kakinya hingga pertengahan paha, namun tidak menyurutkan semangat gadis kelahiran Sidoarjo, Jawa Timur tahun 1996 ini untuk terus bertahan hidup. Bahkan dengan kekurangannya, ia mampu memberikan kontribusi positif bagi keluarganya melalui olahraga yang saat ini digeluti di NPCI Indramayu.

Di mata anak sulung pasangan Umi Sa’adah dan (alm) Maskur Hasan yang bercita-cita menjadi polwan ini, tidak menyesali apapun yang dialaminya. Di balik kekurangannya, dia merasa bangga telah berhasil menemukan keluarga barunya di NPCI Indramayu.

“Hidup adalah anugerah yang harus disyukuri dan dinikmati apa adanya agar masuk ke dalam golongan orang-orang yang beruntung. Awalnya aku sangat minder dengan kondisi seperti ini, bahkan sempat tidak mau keluar rumah hingga hampir dua tahun lamanya. Tetapi, setelah ada kawan sesama disabilitas asal Kota Malang Jawa Timur yang mengajak bergabung di NPCI Indramayu, kepercayaan diriku kembali bangkit,” ungkap Nora.

Saat ini Nora sedang fokus mendalami dunia barunya, berlatih dengan sungguh-sungguh mendalami cabang olahraga atletik, lempar lembing, tolak peluru dan lempar cakram dalam naungan NPCI Indramayu.

Meski terkadang muncul rasa rindu kepada ibu dan kedua adik serta kampung halamannya, tetapi semua yang dilakukannya semata-mata ingin membuktikan dan ingin memberikan kontribusi positif berupa prestasi untuk keluarga tercinta dan khalayak luas.

“Aku akan serius mengikuti berbagai latihan agar kelak dapat membuktikan, bahwa aku mampu memberikan yang terbaik dalam hidupku. Aku juga ingin melanjutkan kuliah manakala kelak mendapat rejeki yang cukup,” ucap mantan gitaris The Fun Saffa Band SMK 3 Krian Sidoarjo Jawa Timur ini. (Rat/SGO)