Nyate Bareng Ketua DPRD dan Pengusaha Galian C Picu Praduga Miring

oleh

KUNINGAN, (SGOnline).-

Foto Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy yang makan sate bersama pengusaha pasir galian C di sebuah rumah makan, memicu munculnya banyak opini masyarakat. Sebab, pertemuan mereka dilakukan sehari sebelum audiensi antara supir truk dengan pengusaha galian C.

Pemerhati kebijakan pemerintah, Soedjarwo, menanggapi serius beredarnya foto tersebut. Menurutnya, pertemuan antara Ketua DPRD Kuningan dengan kalangan pengusaha pasir yang berlangsung di warung sate sangat tidak etis.

“Karena dalam kapasitasnya sebagai ketua wakil rakyat yang mengklaim dirinya menjadi fasilitator penyelesaian harga pasir, sangat tidak elok ketika melakukan makan bareng dengan salah satu pihak saja,” ujar pria yang akrab disapa Mang Ewo ini.

Dalam wawancara bersama awak media, Rabu (17/6/2020), ia pun menegaskan, pertemuan tersebut memang tidak melanggar norma hukum ataupun perundangan yang berlaku, tapi dinilai kurang etis.

“Ya, kurang etis saja. Karena agenda makan barengnya tidak dilakukan dengan kedua belah pihak, yakni pengusaha pasir dan perwakilan supir truk. Biar adil saja,” jelas Mang Ewo.

Praduga miring

Meskipun dalam agenda “nyate” tersebut murni acara makan bersama, namun tidak mustahil memunculkan praduga miring dari masyarakat. “Yang patut disesalkan, ketika seorang Ketua DPRD melakukan pertemuan yang dikemas dalam acara “nyate”, tidak ada pimpinan atau anggota dewan lain yang menyertainya,” ujar dia.

Sementara itu, lanjut Mang Ewo, kepemimpinan di lembaga legislatif sifatnya kolektif kolegial, tidak menganut rezim atas bawahan.

“Dinamika yang mengarah pada hiruk pikuk yang akhir-akhir ini mewarnai lembaga legislatif, seharusnya menjadi pembelajaran tersendiri bagi mereka yang dipercaya sebagai pimpinan dewan,” jelasnya.

Mang Ewo pun berharap, kepada DPRD Kuningan tidak menyuguhi tontonan kegaduhan di lembaga yang anggotanya menyandang predikat sosok yang terhormat. (Ruddy/SGO)