Omset Pedagang Kurung Ketupat di Cirebon Turun Drastis

oleh -106 views

CIREBON, (SGOnline).-

Jari jemari Susi (26 tahun), warga Desa/Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, terlihat sangat cekatan membuat anyaman kurung ketupat. Ia sengaja membuatnya sedari pagi agar bisa langsung dijual di Pasar Kramat, Kota Cirebon, Kamis (30/7/2020).

Tahun ini di tengah pandemi virus corona, omset penjualan kurung ketupat menurun hingga 50 persen bila dibandingkan momen Lebaran Idul Adha tahun lalu. Meski begitu, ia mengaku tetap semangat mengais rezeki.

Susi mengaku, biasanya ia mampu menjual 1.000 ikat ketupat. Namun pada Lebaran Idul Fitri dan jelang Idul Adha kali ini, penjualan sangat jauh dari harapan.

“Turunnya drastis sekali. Bisa dibilang setengahnya atau 50 persen. Biasanya setengah hari jualan saya sudah habis, sekarang seperti yang Mas lihat, masih sisa banyak,” ujarnya.

Susi pun hanya bisa berharap pandemi Covid-19 cepat berlalu dan pembeli kembali ramai seperti sedia kala. “Semoga wabah virus corona ini segera berakhir supaya pedagang kecil seperti saya bisa meraih untung pas momen-momen hari besar,” ungkapnya. (Andi/SGO)

Hayyyy  hallo..... Mas, Mba... Sis  Bro... dah pada daftar menjadi mahasiswa baru UGJ belum.....ituloh Universitas Swadaya Gunung Jati.... Dulu kalian mengenalnya dengan Unswagati

Diatas ada panduan cara mendaftar online via fasilitas BJB ya....? dan juga panduan untuk melakukan heregistrasi/registrasi bagi yang sudah dinyatakan Lulus....

Semoga kalian bisa lulus dengan jurusan/program studi yang dicita-citakan

Kuliah....kuyyy ke UGJ