Ops Patuh Lodaya 2020, Upaya Pendisiplinan Pengguna Jalan

oleh

CIREBON, (SGOnline).-

Operasi Kepolisian di bidang lalu lintas dengan nama, Operasi Patuh Lodaya 2020 Satlantas Polres Cirebon Kota (Ciko), tetap mengutamakan sikap humanis dan berbagi masker pada masyarakat.

Dalam managemen operasi kepolisian, dibagi 2 operasi rutin (kegiatan rutin) dan operasi khusus. Adapun Operasi Patuh Lodaya 2020 termasuk dalam operasi khusus Kepolisian, yang dilaksanakan rutin setiap tahun sebagai upaya meningkatkan disiplin masyarakat pengguna jalan.

Seperti disampaikan Kasat Lantas Polres Cirebon Kota, AKP La Ode Habibi Ade Jama. Menurutnya, penekanan kepada anggota tetap humanis pada aspek penegakan hukum (represif justice dan non justice) terhadap pelanggaran lalu lintas yang berpotensi pada fatalitas kecelakaan lantas.

“Misalnya, melawan arus, tidak menggunakan helm dan stop line serta mengabaikan rambu lalu lintas dan berdampak pada pelanggaran kasat mata yang bisa dilihat petugas,” katanya, Sabtu (31/7/2020).

Berikan pemahaman

Dengan demikian, lanjut dia, aspek penegakan hukum (Represif) biasanya dibarengi/paralel dengan kegiatan pre-emtif (sosialisasi/ memberikan pemahaman) dan kegiatan preventif (penjagaan/patroli) di lokasi-lokasi rawan pelanggaran lalu lintas.

Ditegaskan Kasat Lantas, Operasi Patuh kali ini bersamaan dengan mewabahnya Covid- 19 dan menuju era adaptasi kebiasaan baru (AKB), sehingga cara bertindak dalam penegakan hukum harus disesuaikan, untuk menghindari berkerumunnya pelanggar/orang untuk memutus penyebaran virus Corona.

Orang nomor satu di jajaran Lalu Lintas Polres Cirebon Kota ini, menegaskan, penegakan hukum bisa dilakukan dengan cara razia stasioner atau hunting sistem. Cara razia stasioner berpotensi berkerumunnya pelanggar atau orang pada lokasi atau obyek razia.

“Dengan merujuk pada pengalaman ini, cara yang tepat, teknis proses penegakan hukum melalui hunting system atau patroli,” tandas Kasat Lantas.

Pemeriksaan kendaraan

Sementara itu, Kapolres Cirebon Kota, AKBP Syamsul Huda, melalui Kasubbag Humas, Iptu Ngatidja, menjelaskan, salah satu kewenangan petugas kaitannya dengan pemeriksaan kendaraan di jalan mengacu pada pasal 265 ayat (3) Undang Undang No 22 th 2009 tentang LLAJ.

“Untuk melaksanakan pemeriksaan kendaraan bermotor, petugas Kepolisian berwenang untuk menghentikan, meminta keterangan kepada pengemudi serta melakukan tindakan lain menurut hukum yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Melalui kesiapan dan pemahaman yang matang, baik dari petugas maupun masyarakat, operasi akan berjalan maksimal dan mendapat dukungan dari masyarakat secara luas. “Mari kita patuhi rambu lalu lintas sesuai protokol kesehatan di era AKB,” ucap Iptu Ngatidja. (Humas Polres Ciko/Andi/SGO)