Orang dalam Pemantauan Covid-19 di Majalengka Meningkat

oleh
Ilustrasi

MAJALENGKA, (SGOnline).-

Penyebaran virus corona di Kabupaten Majalengka kian mengkhawatirkan. Selain terus meningkatnya jumlah orang dalam pantauan (OPD), kelangkaan dan mahalnya alat pelindung diri (APD) memperburuk situasi. Kendati begitu, yang menggembirakan jumlah pasien positif covid-19 tetap satu orang.

Data yang diperoleh dari Pusat Informasi dan Komunikasi Kabupaten Majalengka, Selasa (7/4/2020), jumlah ODP yang semula 270 jiwa kini naik menjadi 285 jiwa. Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) tetap 2 jiwa dan pasien positif 1 orang.

“ODP hari ini naik, kemarin 270 orang, sekarang 285 orang. Ada kenaikan 15 orang,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Majalengka, H Alimudin saat dikonfirmasi via ponselnya.

Dijelaskan dia, ODP itu kategorinya ketika seseorang melakukan perjalanan transmisi lokal atau keluar daerah yang masuk kategori zona merah, termasuk orang yang baru pulang dari luar negeri langsung berstatus ODP.

Berperan aktif

Di Majalengka sendiri, jumlah ODP tercatat 285 orang, terdiri dari 191 orang masih dalam pemantauan dan sisanya 94 orang selesai dipantau. “Kalau usia ODP itu beragam mulai remaja hingga dewasa, baik lak-laki maupun perempuan,” tuturnya.

Di bagian lain, ia mengimbau masyarakat untuk berperan aktif mencegah penyebaran covid-19 di Majalengka. Sedangkan bagi perantau agar jangan pulang kampung sampai wabah mereda, dan kalau pun memaksa harus mengecek kesehatan terlebih dahulu.

“Warga Majalengka juga jangan keluar rumah kecuali sangat penting. Hindari juga tempat-tempat yang berpotensi menjadi wahana penularan virus. Gunakan masker dan rajin cuci tangan pakai sabun di air mengalir. Hindari kontak fisik atau sentuhan,” paparnya.(Shiva/SGO)