Ormas dan LSM Kuningan Datangi DPRD Tolak RUU HIP

oleh

KUNINGAN, (SGOnline).-

Ratusan pengunjuk rasa yang berasal dari sejumlah organisasi kemasyarakatan dan lembaga swadaya masyarakat di Kabupaten Kuningan mendatangi gedung DPRD Kuningan, di Jalan RE Martadinata, Jumat (26/6/2020).

Sebelum ke gedung dewan, mereka berkumpul di Masjid Agung Syiarul Islam, untuk melaksanakan salat Jumat. Aksi massa yang dimulai pukul 14.00 WIB ini tergabung dalam Forum Masyarakat Anti Komunis Kabupaten Kuningan.

“Ada 51 organisasi yang rencananya ikut serta dalam pernyataan sikap menolak RUU HIP di Kuningan. Kami menolak tegas RUU Haluan Ideologi Pancasila, bukan ditunda. Allahu Akbar!” kata Luqman, Sekjen FPI Korwil Kuningan saat audiensi berlangsung.

Sementara itu, Ketua MUI Kuningan, KH. Dodo Syarif Hidayatullah, mengatakan, paham komunis itu sudah tidak ada tempat di Indonesia. “Meski demikian, kita tetap menolak pembahasan itu, agar tidak ada celah bagi PKI,” ungkapnya.

Akibat jumlah massa yang ikut audiensi dibatasi, maka hanya beberapa ormas yang bisa masuk. Untuk itu, Ketua Sundawani Wirabuana, Yadi, menitipkan pesan kepada koordinator forum. “Kuring nitip pesen, kanggo mempertahankeun TAP MPRS 25/MPRS/1966 tentang Pembubaran PKI,” pesan Yadi.

Bakal mengawal

Menyikapi hal itu, Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy, memastikan akan mengawal aspirasi tersebut. “Tidak ada alasan sedikit pun bagi kami untuk tidak mengawal aspirasi ini. Kami jamin akan disampaikan ke pusat,” janji Nuzul Rachdy.

Selain menyampaikan pernyataan sikap dan aspirasi menuntut pembatalan RUU HIP, Forum Masyarakat Anti Komunis mengawal Maklumat MUI Nomor Kep-1240/DP-MUI/VI/2020 tentang Penolakan RUU HIP.

Maklumat MUI itu lahir setelah adanya rencana pemerintah menggodok RUU HIP yang di dalamnya tidak mencantumkan TAP MPRS 25/MPRS/1966 tentang Pembubaran PKI.

Tidak dicantumkannya TAP MPRS 25/MPRS/1966 tentang Pembubaran PKI, adalah sebuah bentuk pengabaian terhadap fakta sejarah yang memilukan. Hal itu sama artinya dengan persetujuan terhadap pengkhianatan bangsa.(Ruddy/SGO)