Paguyuban Sopir Dump Truk Bantah Statemen Ketua DPRD

oleh
Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdi

KUNINGAN, (SGOnline).-

Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdi menerima sepucuk surat ucapan terima kasih dari Paguyuban Supir Dump Truck Kuningan, Jumat, (20/6/2020). Surat tersebut ditandatangani Ketua Paguyuban Supir Dump Truck, Anang dan Sekretaris, Darwin Samosir, Rabu (17/6/2020).

Selain mengucapkan terima kasih atas bantuan sembako, kalangan sopir tersebut juga mengaku terbantu saat DPRD memfasilitasi mereka pada audiensi soal kenaikan harga pasir bersama pengusaha galian, beberapa waktu lalu.

Nuzul Rachdi mengakui menerima surat tersebut. Sekitar 260 supir dump truk di Kabupaten Kuningan mendapat pembagian paket sembako yang difasilitasi Ketua DPRD Kuningan.

“Ya, mereka mengaku sangat terbantu saat kami fasilitasi soal sengketa harga pasir, termasuk bantuan sembako. Sebab, mereka mengaku belum tersentuh bantuan di tengah pandemi covid-19 ini,” papar Zul, sapaan akrabnya, di Gedung DPRD Kuningan, Jumat (19/6/2020).

Akhirnya, ia meminta agar Paguyuban Supir Dump Truk mendata nama dan alamat mereka untuk diajukan mendapatkan bantuan. “Setelah terdata, kami fasilitasi ke Dinas Sosial dan tak lama 260 paket sembako diantar ke rumah mereka masing-masing,” katanya.

Baru 10 paket

Sementara itu, Ketua Paguyuban Sopir Drum Truk, Anang, membenarkan pengiriman surat ucapan terima kasih tersebut. “Iya betul, surat ucapan terima kasih itu dari kami. Tidak ada maksud lain. Soal bantuan, itu permintaan dari Pak Ketua DPRD. Dia meminta melalui pesan Whatsapp dan juga telepon,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon, Jumat (19/6/2020) malam.

Namun Anang menyanggah kuantitas sembako yang diberikan kepada Paguyuban Supir Dump Truk, karena sesuai kenyataan. “Jumlah 260 sembako itu hoak, karena yang ajukan itu 114 paket dan itu juga belum tersalurkan, jadi itu mah asli, hoaks,” tandas Anang.

Anang pun merasa dirinya menjadi kambing hitam. Soalnya, dengan beredarnya kabar tersebut, membuat dirinya ditanyakan anggota. “Saya jadi kambing hitam, dan ini menjadi beban moral bagi saya. Karena yang baru tersalurkan itu baru daerah Jalaksana saja, dan itu juga daerahnya Pak Ketua Dewan sendiri,” ungkapnya.

Dikatakan Anang, anggota paguyuban yang baru menerima paket sembako, sekitar 10 paket. “Iya, yang baru nerimanya saja, baru sekitar 10 orang,” tukasnya.

Anang mengaku terpukul dan tidak terima, karena sembako tersebut belum terealisasikan semuanya. “Barusan orang yang mendapat sembako pun, tidak terima, bantuan yang diberikan padanya itu, malah diposting dan dipublikasikan,” jelas Anang. (Ruddy/SGO)