Palangka Raya Peringkat Ke – 13 Kota Inflasi Tingkat Nasional

oleh
Kepala BPS Kalimantan Tengah Eko Marsoro, saat menyampaikan pres rilis, Senin (15/2/2021)

PALANGKA RAYA – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah, Eko Marsoro didampingi staf menyampaikan Rilise Pers kepada sejumlah awak mesia tadi siang, Senin (01/03/21).

Dari 90 kota pantauan IHK nasional, 56 kota mengalami inflasi dan 34 kota deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Mamuju (1, 12 persen) dan deflasi tertinggi di Gunung Sitoli (1, 55 persen).

Palangka Raya menempati peringkat ke-13 kota inflasi di tingkat nasional, sedangkan Sampit menempati peringkat ke-32 kota deflasi. Inflasi di Palangka Raya (0, 33 persen) dipengaruhi oleh peningkatan indeks harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau (0, 95 persen), kelompok rekreasi olahraga dan budaya (0, 93 persen), serta kelompok kesehatan (0, 46 persen).

Deflasi di Sampit (0, 02 persen) dipengaruhi oleh penurunan indeks harga kelompok transportasi (0, 50 persen), kelompok kesehatan (0, 07 persen), serta kelompok pakaian dan alas kaki (0, 06persen).

Berdasarkan dua kota acuan (Palangka Raya dan Sampit), Provinsi Kalimantan Tengah mengalami inflasi (0, 21persen), laju inflasi tahun kalender (0, 29 persen), dan tingkat inflasi tahun ke tahun (0, 67 persen).

Perkembangan Indeks Harga Konsumen Provinsi Kalimantan Tengah Indeks Harga Konsumen (IHK), merupakan salah satu indikator ekonomi untuk mengukur tingkat perubahan harga di tingkat konsumen eceran.

Perubahan IHK dari waktu ke waktu, menunjukkan pergerakan harga sekelompok barang dan jasa (paket komoditas) yang dikonsumsi masyarakat perkotaan setiap bulan. Dikatakan mengalami inflasi jika terjadi kenaikan indeks harga dibandingkan bulan sebelumnya, atau deflasi jika terjadi sebaliknya.

Sejak Januari 2020, digunakan tahun dasar baru (2018=100) untuk menyempurnakan tahun dasar lama (2012=100). Hal ini dilakukan karena adanya perubahan klasifikasi, cakupan paket komoditas, metodologi penghitungan, dan diagram timbang.

Penghitungan dilakukan berdasarkan 90 kota pantauan IHK (34 ibukota provinsi dan 56 kabupaten/kota). Klasifikasi kelompok pengeluaran rumah tangga pada tahun dasar baru, berdasarkan classification of individual consumption according to purposeĀ (COICOP)