Pembuangan Sampah APD di TPS Umum Langgar SE Bupati

oleh

KUNINGAN, (SGOnline).-

Pembuangan alat pelindung diri (APD) berupa bekas hazmat di tempat pembuangan sampah umum di Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan dipastikan bertentangan dengan aturan yang dibuat pemerintah daerah setempat.

Sebab, dalam Surat Edaran Bupati Kuningan nomor 660.1/1274/DLH/2020, diatur tentang pengelolaan limbah infeksius (limbah B3) dan sampah rumah tangga penanganan Covid-19. Dijelaskan, sampah atau limbah yang dihasilkan dari kegiatan penanganan covid-19 (seperti APD, alat dan sampel laboratorium) dikategorikan sebagai limbah B3.

Bupati Kuningan, H Acep Purnama, dalam SE itu juga, mengatur pengelolaan limbah hasil penanganan covid-19, yang berasal dari fasilitas pelayanan kesehatan, penanganan ODP dari rumah tangga di tiap desa/kelurahan, hingga sampah umum yang dihasilkan rumah tangga.

Seluruh camat pun, diimbau agar menyosialisasikan isi surat edaran tersebut di daerahnya masing-masing. Bupati juga menekankan, penanganan limbah infeksius (B3) ini menjadi fokus perhatian dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas.

Sebelumnya diberitakan, beredar foto yang memperlihatkan menumpuknya sampah diduga APD dan limbah medis lainnya di sebuah tempat pembuangan sampah umum.

Sudah kerja sama

Menanggapi sampah APD yang ditemukan di tempat sampah wilayah Kramatmulya, Kepala Dinas Kesehatan Kuningan, Susi Lusiyanti, tidak berkomentar banyak terkait penemuan limbah medis tersebut. “Kurang tahu juga ya siapa yang buang. Yang pasti, kalau puskesmas sudah buat kerja sama dengan pihak ketiga untuk pembuangan sampah medisnya,” jawab Susi.

Setelah ditelusuri, ternyata diperoleh informasi jika sampah tersebut ditemukan petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kuningan di wilayah Kecamatan Karamatmulya, Kabupaten Kuningan. Namun hingga berita ini ditulis, belum didapatkan keterangan terkait siapa yang membuang limbah APD dan sampah medis tersebut di tempat sampah umum.

Warga sekitar lokasi penemuan sampah medis tersebut mengaku was-was karena mereka menilai limbah medis tersebut tidak seharusnya dibuang bersamaan dengan limbah rumah tangga lainnya. (Salawati/SGO)