Pemkot Cirebon Bakal Perketat Pengawasan Intern BUMD dan Pengelolaan Aset

oleh

CIREBON, (SGOnline).-

Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon akan memperketat Sistem Pengawasan Internal (SPI) terhadap pengelolaan BUMD, PBB dan pengelolaan barang milik daerah.

Hal itu dikatakan Walikota Cirebon, H Nashrudin Azis, saat memberikan sambutan pada Rapat Paripurna DPRD Kota Cirebon, di ruang Griya Sawala, DPRD setempat, Senin (13/7/2020).

“Hasil audit BPK RI terhadap laporan keuangan Pemkot Cirebon adalah Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), tapi ada hal yang perlu ditingkatkan,” pintanya.

Ia menuturkan, selama masa audit laporan keuangan Pemkot Cirebon yang dilakukan BPK RI Perwakilan Jawa Barat, tidak ada catatan berarti. Namun ada hal yang perlu ditingkatkan lagi, seperti sistem pengawasan internal (SPI).

“Penguatan SPI merupakan tantangan bagi Pemkot Cirebon untuk lebih akuntabilitas lagi dalam pengelolaan keuangan dan administrasi dan saya berharap Kota Cirebon dapat mempertahankan predikat WTP dalam laporan keuangan,” pintanya.

Realisasi pendapatan

Sementara itu, APBD Kota Cirebon 2019, untuk realisasi pendapatan mencapai Rp 1,54 triliun atau 92,34% dari target. Sedangkan realisasi belanja mencapai Rp 1,58 triliun atau 91,24% dari target.

Adapun volume neraca tahun 2019 sebesar Rp 3,9 triliun, arus kas Pemkot Cirebon di tahun 2019 sebesar Rp 44,48 miliar. “Dengan demikian saldo kas Pemda Kota Cirebon per 31 Desember 2019 sebesar Rp 44,48 miliar,” paparnya. (Rilis/Erwin/SGO)