Pencemaran Debu Batubara dari Pelabuhan Cirebon Masih Terjadi

oleh

CIREBON, (SGOnline).–

Komisi II DPRD Kota Cirebon meninjau aktivitas bongkar muat batubara di Pelabuhan Cirebon. Kunjungan tersebut sebagai respons keluhan masyarakat akibat pencemaran udara yang disebabkan debu batubara yang terbawa angin, Rabu (16/9/2020).

Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, H Watid Sahriar, mengatakan, dari hasil tinjauan, diketahui terjadi potensi pencemaran udara. Hasil dari dialog bersama jajaran manajemen Indonesia Port Corporation (IPC) Cirebon, selaku regulator pelabuhan, mereka berjanji akan memperbaiki sistem, sehingga potensi pencemaran dari aktivitas bongkar muat batubara bisa ditangani.

“Jadi, mereka berjanji terus melakukan perbaikan. Saya melihat secara umum, dibandingkan tiga tahun lalu, sudah ada peningkatan. Walaupun memang kondisinya masih prihatin terutama kalau ada angin kencang begini. Mereka juga berjanji memasang CCTV dan alat monitor kualitas udara,” ujar Watid.

Hal senada dikatakan anggota Komisi II DPRD, Agung Supirno. Menurutnya, manajemen IPC Cirebon tidak banyak menjelaskan standard operasional prosedur (SOP) secara gamblang. Padahal SOP menjadi syarat menjalankan sistem aturan dengan benar di Pelabuhan Cirebon.

“Dulu ada jaring penangkap debu, sekarang sudah tidak aktif. Kemudian, truk batubara yang keluar masuk sudah jarang disemprot. Dilihat secara fisik, potensi mencemari udara memang ada. Soalnya, mobil pengangkut batubara melebihi kapasitas, masih ada gundukan. SOP yang disampaikan belum sempurna,” tegas Agung.