Pengakuan Korban Laka Lantas yang Diseret Prajurit Kerajaan Siluman Babi di Beber

oleh -464 views

BILA kita melintasi jalur utama Cirebon-Kuningan, terutama di daerah tanjakan Beber, Kabupaten Cirebon, tentu akan melewati sebuah batu yang bentuknya mirip seekor babi, namun sebagian orang menyebutnya batu banteng. Jika dipandang selintas, batu yang berlokasi di sebelah kanan jika dari arah Cirebon itu bisa mirip babi dan bisa juga mirip banteng, tergantung sudut pandang masing-masing.

Sampai saat ini tidak ada satupun orang yang bisa menjelaskan secara detail ihwal keberadaan batu tersebut. Sebagian warga menyebut batu itu sudah ada sejak jalur Cirebon-Kuningan itu belum dibangun dan ada yang bilang jika batu itu memang babi sakti yang bertarung dengan seorang jawara Cirebon, lalu babi itu mati setelah badannya terbelah. Sebelah badannya ditanam di tanah dan sebelah lagi ditaruh di tempat batu itu sekarang. Dulu jalur tersebut terkenal angker dan konon kerap meminta korban jiwa. Namun siapa nyana jika ternyata jalur tersebut masih menyimpan misteri dan hanya bisa disingkap dengan mata batin.

Salah seorang korban kecelakaan tunggal yang selamat, Budi (45 tahun) kepada Surya Grage Online mengungkapkan, beberapa saat yang lalu ia mengalami kecelakaan yang lokasinya persis di dekat batu babi. Ketika itu, motor yang dikendarainya tiba-tiba oleng dan terpeleset hingga terjatuh. Budi sempat tak sadarkan diri akibat kepalanya terbentur aspal jalanan.

“Kalau kata warga yang nolong saya sih, saya pingsan cukup lama. Tapi saya sendiri ngerasa siuman aja. Tapi yang ngelilingi saya bentuknya bukan manusia, tetapi siluman manusia setengah babi. Pakaian mereka mirip prajurit kerajaan, membawa tameng, tombak dan ikat kepala,” ungkap warga Perumahan Bumi Arum Sari, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon ini, Sabtu (14/12/2019).

Menurut Budi, dirinya sempat diseret-seret prajurit babi untuk ikut ke kerajaan mereka. “Kamu harus ikut kami. Kamu jangan coba-coba melawan. Kamu harus ikut. Kamu harus jadi tumbal kerajaan kami,” ujar Budi menirukan ucapan prajurit tak kasat mata tersebut.

Budi memang nyaris terseret hingga ke halaman kerajaan siluman babi. Ia melihat bangunan yang sangat megah di belakang batu tersebut. Kerajaan itu sangat besar dan memiliki tiang-tiang penyangga bangunan yang sangat tinggi. Warna kerajaannya kuning keemasan dan cahayanya cukup menyilaukan mata. Budi juga melihat banyak manusia dengan kepala babi yang memperhatikan dirinya.

“Nggak ada yang mau menolong saya, Mas. Saya coba bertahan sekuat tenaga. Siluman manusia babi itu badannya kekar dan tinggi besar, tapi saya tetap mencoba bertahan agar tidak terbawa ke dalam kerajaan. Pikiran saya waktu itu, kalau saya sampai masuk ke dalam berarti saya nggak akan kembali ke dunia, mungkin saya akan dijadikan budak mereka,” aku Budi.

Cukup lama Budi meronta agar tidak dibawa ke dalam kerajaan babi. “Saya meronta sekuat tenaga, dalam hati saya, saya harus bisa meloloskan diri. Saya membaca ayat-ayat Alquran sebisa-bisanya dan berdoa kepada Allah SWT supaya melindungi saya. Jujur, Mas, waktu itu saya juga teringat anak istri, anak-anak saya masih perlu perhatian saya, kalau bapaknya sampai jadi budak siluman berarti saya enggak kembali ke dunia, saya dianggap sudah meninggal,” paparnya.

Upaya Budi untuk meloloskan diri dari cengkraman siluman manusia babi akhirnya membuahkan hasil. Ayat-ayat Alquran yang ia bacakan rupanya melemahkan kekuatan prajurit siluman tersebut. “Alhamdulillah, pas siuman saya sudah berada di salah satu rumah warga. Saya lalu dibawa ke puskesmas. Sampai sekarang saya sendiri enggak ngerti kenapa motor saya tiba-tiba oleng, padahal waktu itu lagi jalan pelan-pelan,” ujar Budi sambil menunjukkan bekas lukanya. (Tim SGO)