Penjual Jamu Ny Idep Pasar Pagi Cirebon 1932-2008

oleh
Kwee San Nio Penjual Jamu Ny Idep

SAMPAI saat ini saya tidak tahu persis kapan berdirinya Pasar Pagi yang berlokasi Kota Cirebon. Pasar Pagi terletak di pinggir Sungai Sukalila Utara itu, menurut penjelasan Nurdin M. Noer, Budayawan Cirebon, dulu Sukalila dan Kalibaru sangat ramai karena menjadi tempat transportasi sungai dari Pelabuhan Cirebon ke Pasar Pagi.

Tahun 1925 di Pasar Pagi, kakek saya berjualan jamu Ny Idep dan tembakau. Pada tahun 1930, kakek saya, Kwee Kwan Soen menikah dengan Arniti dari Pagundan, Kabupaten Kuningan. Ketika itu, kakek saya suka bermain bersama Ing Guan, kakeknya Imelda Susanti. Ing Guan memiliki anak Brigjend Daniel Sofyan, Un Hin, Un Hwa.

Saya lahir tahun 1969 dan tinggal di Pasar Pagi Cirebon hingga tahun 1977. Dulu Pasar Pagi semacam ruko (rumah dan toko), dengan kata lain toko sekaligus rumah tinggal.
Saya ingat waktu kecil di Pasar Pagi, saya suka bermain dengan Melan, David Oong, Maya Ling Ling, Daud, Paulus, Iis Yuni, Otong, Heriyanto Abeng, Imelda Susanti, Esther, Johni dan Philip.

Mamanya Ester Tante Liam Bwee, jualan rujak dan gorengan yang enak sekali. Kemudian ada yang jualan mi dengkil, bubur sop ayam, empal gentong, encrod, gapit sambel, krupuk mars dan rujak Bu Kayah. Yang saya ingat waktu kecil tahun 75-an, di Pasar Pagi Cirebon, ada Toko Varia, Om En jualan oleh-oleh khas Cirebon.

Tante Siok Hwa dan Om Giok How juga jualan oleh-oleh khas Cirebon, demikian pula dengan Om Tjong Leng, Ko Ki Muk. Sedangkan Ie Aiva jualan kelontong, Ie Eng Hwa jualan perabotan, Ibu Darmo dan Ibu Munah jualan sembako, Mang Daman jualan Sembako.

Lalu ada Tante Soklan yang juga jualan sembako, Om Tan Siong An jualan kue, terigu dan bahan-bahan kue, Cek Gongong jualan sembako, Om Kian Wie atau yang lebih dikenal Babah Renda karena jualan renda, Ema Eng Hong jualan toko kue Pangestu.

Pindah ke Kebon Belimbing

Selain itu, ada kue kroket dan resoles serta roti goreng buatan Tante Dodi yang rasanya enak sekali, kue lumpur buatan Tante Ana juga tak kalah enaknya.
Pada tahun 1977, Pasar Pagi Cirebon diremajakan, dirombak, dibongkar, kemudian dibangun kembali dan kami pindah ke Kebon Blimbing.

Di Kebon Blimbing yang lokasinya tak jauh dari Pasar Pagi, saya bermain dengan Wijaya, Sri Setiawati, Into, Ci Lalan, Leony dan Endang Titin. Dulu Leony tinggal di Pagongan, mamanya Leony memproduksi sirop pisang susu Merk Tjiremai. Jadi setiap saya mau minum sirop pisang susu tjiremai tinggal main ke rumah Leony.

Tante Kwee Tjong Giok, mamahnya Endang Titin jualan nasi langgi dan bolu mesies. Tiap sore saya bersama Sri, Wijaya dan Into bermain di pinggir Sungai Sukalila Cirebon. Di Sukalila Selatan ada bengkel pernekel chroom yang banyak pelanggannya.

Yang saya ingat, waktu kecil di Kebon Blimbing, sekitar tahun 77-an ada ayam ungkep buatan Ibu Bob, asinan sayur asin dan asinan salak, gapit dan krupuk sambel buatan mamanya Inggok, bapel dan gendar buatan Tante Tjin Hwat, bubur sayur lodeh buatan Bu Inem, nasi bumbu kokoh sayur dage buatan Ibu Yuki, lumpur Ci Swan, sirup temu lawak buatan Wawan. Indahnya masa kecilku. (*)

Penulis: Jeremy Huang