Penyebaran Covid-19 Belum Reda, Masa Belajar Siswa di Rumah Diperpanjang Lagi

oleh -119 views
Kadisdik Kota Cirebon, Irawan Wahyono

CIREBON, (SGOnline).-

Pemkot Cirebon akhirnya kembali memperpanjang masa belajar siswa di rumah. Guru, tenaga kependidikan, tenaga administrasi maupun siswa diminta melakukan aktivitas dari rumah masing-masing.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Irawan Wahyono, menjelaskan, masa work from home (WFH) dan belajar di rumah diperpanjang dari 13 April hingga 29 Mei 2020. Keputusan tersebut tertuang melalui Surat Edaran Nomor 443/022 Disdik tentang Penyesuaian Pelayanan Penyelenggaraan Pendidikan dalam Rangka Pencegahan Penularan dan Penyebaran Infeksi Coronavirus Disease (Covid-19) di Kota Cirebon. Surat edaran tersebut ditandatangani Walikota Cirebon, H Nashrudin Azis.

“Perpanjangan masa belajar di rumah diambil setelah mempertimbangkan sejumlah hal, di antaranya penyebaran virus covid-19 yang hingga kini belum menunjukan tanda penurunan. Selama masa belajar di rumah, guru, tenaga kependidikan, tenaga administrasi dan siswa diminta untuk benar-benar melakukan aktivitas dari rumah masing-masing.

Kepala sekolah, lanjut Irawan Wahyono, juga diminta untuk melakukan pengaturan piket secara proporsional, atau paling banyak 30 persen dari jumlah guru, tenaga kependidikan dan karyawan. Ini dikarenakan satuan pendidikan memiliki fungsi memberikan layanan publik, seperti ijazah sekaligus memiliki kewajiban untuk menjaga atau memelihara aset sekolah. “Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran covid-19 di satuan pendidikan,” pintanya.

Tingkatkan sosialisasi

Selain itu, satuan pendidikan sebagai komponen masyarakat yang terdidik juga diminta untuk melakukan peningkatan sosialisasi tentang pencegahan penularan dan penyebaran covid-19 kepada seluruh warga sekolah dan masyarakat. Sosialisasi tersebut dapat dilakukan dengan pemasangan spanduk atau kain rentang di gerbang sekolah. Sedangkan sosialisasi kepada warga sekolah dapat dilakukan melalui pesan yang dapat disisipkan pada saat pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) daring.

“Hal khusus yang selalu disampaikan adalah agar harus senantiasa menjaga kebersihan, tidak melakukan aktivitas di luar rumah kecuali sangat penting serta melakukan social distancing,” tandasnya.

Menyinggung penggunaan dana BOS di masa penyebaran covid-19 ini, menurut Irawan Wahyono, harus tetap mengacu pada SE Mendikbud No 3 tahun 2020 tentang Pencegahan Virus Covid-19 di lingkungan pendidikan. Anggaran BOS bisa dialihkan untuk kegiatan pencegahan covid-19, misalnya membangun beberapa tempat cuci tangan dan penyemprotan disinfektan. Sebab, sekalipun belajar di rumah, lingkungan sekolah harus tetap terjaga kebersihannya.

Selain itu, perbaikan sekolah yang bersifat ringan juga bisa tetap dilakukan. Misalnya, pengecetan untuk memperindah sekolah, memperbaiki atap yang bocor ada rehab ringan lainnya. (Rilis/Andi/SGO)