Pepep Ingatkan Pandemik Corona Gelombang Kedua

oleh -133 views


MAJALENGKA, (SGOnline).-

Salah seorang tokoh masyarakat Majalengka, H Pepep Saeful Hidayat, mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka agar berhati-hati dalam membuka aktivitas perekonomian, jelang berakhirnya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proporsional pada, Jumat (12/6/2020) besok.

“Pandemi itu sepengetahuan saya jika melihat sejarah, tidak bisa berhenti dalam beberapa bulan. Seperti flu Spanyol pada 1918 baru di 1920 selesai dengan dua sampai tiga gelombang,” ujar politikus PPP ini dari status media sosialnya, Rabu (10/6/2020).

Berkaca dari pengalaman tersebut, lanjut sekretaris DPW PPP Jawa Barat ini, ada potensi munculnya wabah Covid-19 gelombang kedua di Tanah Air. Sebab, lanjut pria kelahiran Desa/Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka tersebut, pandemi tidak hanya berlangsung dalam beberapa bulan ke depan, melainkan bisa mencapai tahunan dan terdiri dari beberapa gelombang.

“Saya hanya mengingatkan agar pemerintah berhati-hati dalam melonggarkan aktivitas ekonomi melalui penerapan new normal, agar tetap menerapkan protokol kesehatan di setiap aktivitas perekonomian selama masa pandemi belum berakhir,” ujarnya.

Gerakkan ekonomi

Diakui Pepep, pandemi Covid-19 mampu mengubah tatanan perilaku interaksi sesama yang menjadikan lemahnya beberapa profesi sebagai jalan pengais rezeki. “Dampak wabah ini banyak karyawan dirumahkan, usaha gulung tikar, pekerjaan informal terhambat seperti sopir, ojek, pengayuh becak, pedagang asong dan banyak lagi lainnya,” ucapnya.

Guna mengatasi beragam persoalan tersebut, terutama yang terdampak, lanjut dia, tentunya tidak cukup hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah yang jumlahnya terbatas. “Sudah satnya kita kembali memaksimalkan potensi sekecil apapun di sekitar untuk dijadikan sumber ekonomi keluarga,” ucapnya.

READ  Salut! Pemkot Cirebon Berhasil Realisasikan UHC 100 Persen

Ia mencontohkan, kegiatan yang dapat menggerakkan roda perekonomiaan misalnya memelihara lele di ember yang dipadukan dengan hidroponik. “Atau bisa juga menanam sayuran di polybag atau bertani di lahan pekarangan secara berkelompok dan kesamaan komoditi,” tuturnya. (Humas Covid-19/Ruddy/SGO)