Perjalanan Hidup WP Zhong, Sang Pelestari Bangunan Cagar Budaya

oleh

ADA kata mutiara mengatakan,  不要忘记过去的历史,从过去的历史中学习,继续未来的生活, Bùyào wàngjì guòqù de lìshǐ, cóng guòqù de lìshǐ zhōng xuéxí, jìxù wèilái de shēnghuó. Artinya, jangan lupakan sejarah masa lalu, belajar dari sejarah masa lalu untuk melanjutkan kehidupan di masa depan.

WP Zhong (Tjiong Seng Hong) atau lebih dikenal dengan nama Wastu Pragantha Zhong, merupakan salah satu pendiri Fakultas Teknik Universitas Tarumanegara, Jakarta. Ia lahir di Cirebon, pada 17 Mei 1934. Anak dari Tjiong A. Fat, cucu dari Tjiong A. Teng, pendiri Pabrik Ubin Teghel Bie Liong di Pagongan Cirebon.

WP Zhong sejak kecil hingga beranjak dewasa tinggal di Pagongan, Gang Bie Liong. Di Pagongan ada sebuah gang bernama Bie Liong. Nama Gang Bie Liong berasal dari nama Pabrik Teghel Ubin Bie Liong yang didirikan Tjiong A Teng.

Jika membaca perjalanan hidup WP Zhong yang dikutip dari Buku 66 Tahun Wastu Pragantha Zhong, terbitan Tarumanegara Architectural Press, tertulis WP Zhong tahun 1941-1947 (Juli) menimba ilmu di Sekolah Rakyat Zending Cirebon (Khouw Giok Soey).

Sekarang SD BPK Penabur di Jalan Pamitran Cirebon. Kemudian pada Sept 1947 hingga Juni 1948 mengikuti kursus Nederlands Taal, Engels, Algebra, Meetkunde dan Natuurkunde. Ketika itu, kursus dipimpin Khouw Giok Soey, lalu pada Agustus 1948-Juni 1951, WP Zhong menjadi peserta didik Sekolah Menengah Umum Pertama Negeri 1 bagian B Cirebon, kepala sekolahnya bernama, Djuhaeni

Pada Agustus 1951 sampai Agustus 1954, ia menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Umum Tingkat Atas Negeri I bagian B Cirebon, pimpinan R Markum.

Kemudian pada Agustus 1953-Oktober 1955, ia lulus TK Persiapan Fakultas Teknik Bandung Bagian Bangunan (Prof Ir V.R Van Romondt). Sebelumnya pada 14 Januari 1953, WP Zhong lulus Sarjana Muda TK 1 (C1) FTB bagian Arsitektur dan Seni Rupa Seksi Arsitektur (Pimpinan Prof S Sumardja dan Prof Ir. V.R. Van Romondt).

Rangkap jabatan

Seiring perjalanan waktu, pada 6 Juli 1960, ia lulus sarjana ITB Bagian Arsitektur (Prof Ir R.D. Kosasih/Prof Ir Soemono). Setelah itu, pada 18 Agustus 1970, lulus bahasa Inggris Tes British Council bagi Staf Pemda DKI Jakarta (Drs NBA Situmeang).

Pada 4 Februari-22 Maret 1977, WP Zhong kursus Effective Speaking dan Human Relation Dale Carnegie (Claude Bowen), lalu pada 1 Juli-13 Juli 1977 (Jakarta), ia kursus Management Dale Carnegie (Dr Lambene), 14 Juni-26 Juni 1981 (pernah kursus di London Inggris) dinyatakan lulus kursus Conservasi British Council (Warburton).

Lalu, 26 November 1981-10 Nopember 1982 di Jakarta mengikuti Akta Mengajar Lima Format Tatap Muka (Prof. DR. R Sudjiran Resosudarmo). Kemudian pada 19-31 Maret 1984 di Singapore ikut Regional Training Course in Building Construction Project Managemen (Jica Da Singapore Politechnic).

Dari Buku 66 Tahun Wastu Pragantha Zhong terbitan Tarumanegara Architectural Press, diketahui jabatan WP Zhong selama hidupnya 1 Agustus 1960, sebagai Staff Perancangan Proyek Asian Games Senayan. Pada 12 Oktober 1962, ia menduduki jabatan sekretaris merangkap Dekan Fakultas Teknik Universitas Tarumanegara. Tepat 1 Oktober 1962, ada pengangkatan pegawai DKI Jakarta di Dinas Pekerjaan Umum.

Ia juga sempat menjabat Ahli Teknik bagian Planologi, 1 April 1971 di Direktorat IV Pembangunan DKI Jakarta. Jabatannya, Penata TKI Kepala Urusan Perencanaan. Lalu, pada 15 Juni 1977, Zhong bertugas di  Dinas Tata Bangunan dan Pemugaran DKI Jakarta dengan pangkat Penata Tk I sebagai kepala dinas.

Tanggal 15 Juni 1977, ia juga mengabdi di Badan Pelaksana Olahraga Korpri DKI Jakarta, dengan jabatan Ketua Bapor. Selain di pemerintahan, karier WP Zhong juga moncer di perguruan tinggi. Hal itu terlihat pada
11 Agustus 1982, ia diangkat Wakil Dekan Fakultas Teknik Universitas Tarumanegara Jakarta.

Jadi guru besar

Pada 1 Oktober 1982, ia menerima kenaikan pangkat di Dinas Tata Bangunan dan Pemugaran, yakni Pembina TK I (IV/B) atau menjadin Kepala Dinas Tata Bangunan dan Pemugaran DKI Jakarta. Sedangkan di bidang akademisi, tanggal 8 Juli 1982 menyandang jabatan baru, yakni sebagai Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Tarumanegara.

Dari Buku 66 Tahun Wastu Pragantha Zhong Terbitan Tarumanegara Architectural Press, WP Zhong menceritakan pengalamannya tahun 1968, WP Zhong menyodorkan Sketsa Perspektif Teater Terbuka Jakarta dan langsung disetujui Gubernur Jakarta saat itu, Ali Sadikin dan pada 10 November 1968 diresmikan Ali Sadikin.

WP Zhong, pernah menjadi Penasihat MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Kong Hu Cu Indonesia) dan pada tahun 2005, Nurdin M. Noer, Dr Iwan Satibi, Teddy Kong Giok, Liang Gie, dan Yeremia Wijaya, WP Zhong memperjuangkan Kelenteng Talang sebagai bangunan cagar budaya dan akhirnya usaha tersebut berhasil.

Tahun 2005, WP Zhong juga ikut melestarikan makam Souw Beng Kong Jakarta. Menurut WP Zhong, 历史建筑传承着过去的生活 Lìshǐ jiànzhú chuánchéngzhe guòqù de shēnghuó. Artinya, bangunan cagar budaya menceritakan kehidupan masa lalu.

保护文化遗产建筑意味着尊重祖传遗产 Bǎohù wénhuà yíchǎn jiànzhú yìwèizhe zūnzhòng zǔchuán yíchǎn. Artinya, melestarikan bangunan cagar budaya berarti menghargai warisan leluhur kita. (SGO)

Oleh Jeremy Huang