Perjalanan Wisata Memori di Yogyakarta

oleh
Lies Setyowati bersama penulis tahun 2007/dok pribadi

出游记念我们过去的生活,对生活充满感激. Chūyóu jìniàn wǒmen guòqù de shēnghuó, duì shēnghuó chōngmǎn gǎnjī. Artinya, mengadakan perjalanan mengenang kembali ke tempat kehidupan masa lalu kita, untuk dapat mensyukuri kehidupan.

Bersama istri dan ditemani Paulus Santoso, kami pernah mengadakan perjalanan wisata memori. Perjalanan kami pertama ke Jogjakarta. Di Daerah Istimewa ini, ada rumah makan Tante Lies di Jalan Parang Tritis 75, yang menyediakan masakan khas Jawa Timur.

Julia Christiani Utami (kaos merah),  cucu  Lies Setyowati bersama Naniek Idawati,  putri Lies Setyowati

Lies Setyowati bersama suaminya, Harry Santoso membuka rumah makan ‘Tante Lies’ tahun 1978. Bahkan masakan Lies Setyowati pernah ditulis wisatawan asal Belanda dan kemudian dimuat di salah satu media Belanda tahun 1987.

Pada 25 April 1995, Harry Santoso meninggal dunia. Pasangan Harry Santoso dan Lies Setyowati ini dikaruniai lima orang anak, yakni Tan Tjien Nio (Theresia Tjindrawati), Tan Tjwan Nio, Tan Tjwie Nio, Tan Iet Nio (Nanik Idawati) dan Tan Kian Bie (Ronny).

Diteruskan putrinya

Kemudian pada 1 Januari 2008, Lies Setyowati meninggal dunia. Kini Rumah Makan Tante Lies dilanjutkan putrinya, Naniek Idawati. Rumah Makan Tante Lies terkenal masakannya yang enak dan tempat nongkrong yang indah, karena lokasinya di pinggir jalan.

Sehabis dari Jogja, kami melanjutkan perjalanan ke Tawangmangu dilanjutkan ke STT. Di Tawangmangu, saya bertemu Yehezkiel Nenobois dan Martin Lumengkewas. Kemudian kami melanjutkan perjalanan pulang ke Bandung. (*)

Oleh Jeremy Huang