Pernyataan Anggota DPRD Tuai Kecaman dari Kalangan Pesantren

oleh

CIREBON, (SGOnline).-

Ratusan pengunjuk rasa yang tergabung dalam Lingkar Santri Cirebon (LSC) menggelar aksi protes, sekaligus menuntut klarifikasi atas pernyataan Ketua Komisi III DPRD, Hermanto.

Statemen politisi Partai NasDem ini dinilai melukai insan pesantren se-Kabupaten Cirebon. Alhasil, mereka menggeruduk gedung DPRD setempat, Rabu (7/7/2020).

Koordinator LSC, Ahmad Ibnu Ubaidillah, mengatakan, aksi tersebut dilandasi tiga alasan penting. Pertama, santri ingin meminta klarifikasi apa yang dimaksud Hermanto, jika pondok pesantren itu bangkang.

“Menurut kami, apapun alasannya, kata “bangkang” adalah kata yang suul adab, mengingat aturan IMB itu ada dan disahkan sangat jauh setelah pesantren lebih dulu berperan melawan segala bentuk kolonialisme,” tandasnya.

Kedua, lanjut dia, sebagai bentuk pertanggungjawaban dari kalimat yang tak pantas diucapkan itu, maka pemerintah daerah, khususnya Komisi III DPRD harus membuktikan sesegera mungkin dan mendorong pemerintah daerah agar memberi kemudahan akses IMB pondok dan masyarakat sekitar pesantren.

“Ketiga, berhenti mengomoditi pondok pesantren untuk sebatas kepentingan politik praktis. Harus dipahami, hubungan pondok pesantren dengan pemerintah daerah adalah kepentingan syiar keagamaan dan penguatan jati diri bangsa di segala bidang,” tukasnya.

Hermanto diteriaki

Ahmad Ibnu Ubaidillah mengingatkan, hubungan tersebut bukan kepentingan electoral maupun legitimasi tindakan politik yang negatif dan jauh dari akhlakul kharimah.

Massa kemudian meminta Hermanto memberikan jawaban atas pernyataannya. “Sebelumnya saya meminta maaf atas pernyataan yang telah saya buat,” tuturnya.

Namun belum sempat Hermanto meneruskan ucapannya, massa meneriakinya. Akhirnya emosi massa diredam koordinatornya. Anggota DPRD dari Partai NasDem itu akhirnya melanjutkan penjelasannya dan kembali menyampaikan permohonan maafnya. (Andi/SGO)