Pertumbuhan Ekonomi Kota Cirebon Cenderung Membaik

oleh -19 views


CIREBON, (SGOnline).-

Perekonomian di Indonesia, termasuk di Kota Cirebon menunjukkan keoptimistisan. Protokol kesehatan dan vaksinasi juga harus tetap dilaksanakan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, H Agus Mulyadi, usai menghadiri virtual meeting terkait kondisi dan outlook ekonomi Indonesia dan Jawa Barat, serta arahan dari Presiden RI di ruang kerja Sekda Kota Cirebon menjelaskan, secara Year To Date (YTD) pertumbuhan ekonomi di Kota Cirebon ada di angka 0,35 persen.

“Sebetulnya dari sisi pertumbuhan ekonomi stabil angka tersebut sudah bagus. Hanya saja, saat ini ekonomi sedang tidak tumbuh, sehingga angka tersebut belum memberikan efek pada bidang lainnya,” katanya.

Sedangkan hingga November, di Kota Cirebon tercatat angka inflasi mencapai 0,33 persen. “Sebelumnya kita deflasi. Artinya sudah mulai terlihat geliat pertumbuhan ekonomi walaupun memang belum terlalu kelihatan dan berdampak ke sektor lainnya,” terangnya.

Mendengar pemaparan yang dilakukan Presiden RI, Joko Widodo, Agus mengaku, ekonomi di masa pandemi Covid-19 di Indonesia, termasuk di Kota Cirebon sudah menunjukkan pertumbuhan.

Sebenarnya ada dua kunci, lanjut dia, yaitu vaksin dan pelaksanaan protokol kesehatan. Dengan demikian, pembangunan di bidang perekonomian seiring dan sejalan dengan pelaksanaan vaksinasi serta tetap secara disiplin menjalakan protokol kesehatan. “Kalau kedua hal itu dilakukan, Insya Allah Indonesia berangsur pulih,” ungkap Agus.

Sementara itu pada pemaparannya, Presiden RI, Joko Widodo menjelaskan, Indonesia akan tetap menjalankan keseimbangan antara rem dan gas. Masalah ekonomi jalan, namun tetap menghambat penyebaran Covid-19.

READ  Polsek Kedawung Gelar Ops Yustisi Cegah Covid-19

“Membantu yang sakit, namun masyarakat tetap produktif,” ungkap Joko Widodo.

Saat ini kasus rata-rata aktif Covid-19 di Indonesia ada di angka 12,72 persen masih lebih rendah dibandingkan rata-rata dunia yang mencapai 28,04 persen. Sedangkan tingkat kesembuhan rata-rata 84,02 persen dan masih lebih baik dengan angka rata-rata kesembuhan di dunia yang mencapai 69 persen. (Herwin/SGO)