Pesta Pernikahan Berujung Duka, Ibu Mempelai Tewas Akibat Covid-19

oleh -172 views


SEMARANG, (SGOnline).-

Selama pandemi virus corona (Covid-19), ada beberapa hal yang berubah. Terutama menyangkut standard protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah maupun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Protokol yang dimaksud antara lain, mengenakan masker, jarak aman minimal 1 meter dari orang lain dan menghindari kerumunan. Akibat sejumlah aturan itu, sejumlah orang memilih menunda pesta pernikahan mereka.

Jika pun ada acara pernikahan, maka harus menerapkan protokol kesehatan harus diterapkan. Namun sepertinya, masih ada orang-orang yang abai dan memicu malapetaka.

Seperti yang dilakukan warga Kota Semarang, Jawa Tengah ini. Ia nekat menggelar pesta pernikahan dan melanggar ketentuan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM). Imbasnya, pesta pernikahan yang seharusnya menjadi kabar bahagia, malah berubah duka.

Seperti dilansir dari kompas.com, pada Minggu (21/6/2020), pasca pesta pernikahan tersebut, satu per satu kerabat sakit hingga meninggal dunia.

Berdasarkan keterangan Pemkot Semarang, banyak di antara mereka yang rupanya terkonfirmasi positif Covid-19 usai dilakukan tracing.

Berawal pesta pernikahan

Walikota Semarang, Hendrar Prihadi yang akrab disapa Hendi mengemukakan, peristiwa ini terjadi sekitar pertengahan Juni 2020. Ada warga Semarang yang menggelar pernikahan.

Namun, kata Hendi, pernikahan itu dilakukan tak sesuai prosedur seharusnya di tengah pandemi. “Kejadian empat hari yang lalu ada pernikahan yang tidak sesuai protokol kesehatan karena lebih dari 30 orang,” kata dia, Sabtu (20/6/2020).

READ  Kapolres Cirebon Kota dan Walikota Pantau Kerumunan Warga

Satu per satu meninggal, ditemukan banyak kasus positif. Sebab setelah pesta pernikahan itu, satu per satu keluarga sakit, kritis hingga ada yang meninggal dunia.

“Tersiar kabar ibu salah seorang pengantin meninggal dunia. Kemudian menyusul ayahnya sakit kritis positif covid-19,” tutur dia.

Tak berhenti sampai di situ, kasus keluarga yang meninggal masih berlanjut hingga pemerintah melakukan tracing. “Terus anak atau adiknya yang pengantin juga meninggal. Lalu kita tracing,” ujarnya.

Takmir masjid

Dari hasil tracing, rupanya takmir masjid pelaksanaan acara pernikahan tertular Covid-19. Awalnya dari pesta pernikahan itu ditemukan lima orang positif Covid-19.

Setelah tracing diperluas, masih banyak yang terinfeksi. “Dari sembilan orang ada lima orang yang tertular positif Covid-19. Tracing lagi ke keluarganya banyak yang positif,” jelasnya.

Hendi membenarkan, pesta pernikahan ini menyumbang lonjakan kasus positif Covid-19 di Semarang. Ia meminta masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan agar kejadian serupa tak terulang. (SGO)

Sumber: Kompas.com