Petani di Cigugur Temukan Peti Kubur Batu dan Kapak Batu

oleh -664 views


KUNINGAN, (SGOnline).-

Seorang petani di Kelurahan/Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menemukan benda berbentuk peti kubur batu dan kapak batu. Benda yang diduga bernilai sejarah itu ditemukan saat hendak memolah palawija.

Hal tersebut diungkapkan Ade Bedog (35 tahun), warga Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur. “Awalnya saya diberitahukan warga sini yang suka bertani di Cigugur. Nah dari situ Abah teh ngasih tahu saya pas dia mau molah palawija, langsung saya bersama aparat desa dan babinsa ke sana untuk melihat temuan itu,” ungkap Ade Bedog saat ditemui di lokasi temuan batu, Jumat (12/6/2020).

Ia menuturkan, benda tersebut ditemukan saat petani yang menyewa lahan pertanian sedang membuat gundukan tanah untuk menanam bawang, Sabtu (30/5/2020), namun cangkulnya terantuk benda keras. “Saat akan diangkat eh cangkulnya membentur keras ke batu, lalu pas dilihat ada batu pipih memanjang berbentuk kotak,” ungkap Ade.

Saat sedang memolah tanah, Abah kali ini terasa ada dorongan kuat untuk menanam palawija di seluruh areal lahan pertanian sewaannya seluas 200 bata.

Setelah penemuan batu tersebut Ade, bersama kerabat yang menemukannya, segera mendokumentasikan sekaligus melaporkan temuannya ke kelurahan, pengelola Museum Taman Purbakala Cipari dan koramil setempat. “Saya dititipi benda menyerupai kapak batu tersebut dari Kewo,” ujarnya.

Perlu diteliti

Sementara itu, Ketua Komunitas Kelana Buana Ralthagan yang biasa mendokumentasi dan menginventarisasi situs-situs keramat dan purbakala, Mang Kentung yang “memimpin” nalusur, mengatakan, benda tersebut benar-benar mirip peti kubur batu.

READ  Kapolres Cirebon Kota Pastikan Masjid Adz-Dzikra Steril

“Perlu segera diteliti pihak terkait untuk menyimpulkan benda tersebut. Melihat areal dan tapak penemuan peti kubur batu sebelumnya, makin mendekati kebenaran, jika temuan itu adalah peti kubur batu,” ujar Kentung Mochel.

Untuk memastikan temuan itu, kelurahan menghubungi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kuningan, sedangkan pengelola Museum Taman Purbakala Cipari mengontak Dinas Kebudayaan Provinsi dan Balai Cagar Budaya.

Berhari-hari Kewo menanti kelanjutan tindakan pemerintah untuk meninjau dan mempertegas benda yang diketemukannya tersebut. Kegiatan taninya agak terganggu, karena bila dilanjutkan mengolah lahan di areal tersebut, dikhawatirkan akan merusak benda yang diduga peti kubur batu itu.

Dibuang istri

Di tempat yang sama, salah seorang petani, Elom (82 tahun) mengaku pernah menemukan kapak batu di areal sawah miliknya sekitar tahun 70-an, lalu ia bertugas di Dinas P dan K Kuningan sampai pensiun. Kapak batu yang selama ini disimpan di rumah, dibuang sang istri karena dianggap bukan barang berharga.

“Dulu juga ada penemuan peti kubur batu sekitar tahun 1965, dengan kedalaman galian 4 meter lalu diangkut ke Museum Taman Purbakala Cipari. Jadi kalau ditemukan peti kubur batu, tidak mengagetkan. Batu ini pun tidak bisa dipindahkan dan sulit digali, mungkin saja kalau diteliti lebih lanjut, batu ini adalah menhir,” ujarnya sambil menunjuk batu tinggi di areal sawahnya. (Ruddy/SGO)