Pilih Reksa Dana atau Saham?

oleh

JAKARTA, (SGOnline).-

Tren investasi saham di kalangan milenial dan keluarga muda di Indonesia makin berkembang di masa pandemi. Ketika sektor riil tengah melambat perkembangannya selama pandemi COVID-19, banyak pihak yang megalihkan dana investasi yang selama ini dialokasikan ke sektor usaha menjadi ke instrumen portofolio investasi di pasar modal Indonesia.

Tidak sedikit pula yang mengalihkan dana yang dipakai untuk konsumsi hal-hal nonesensial, seperti berlibur, untuk diinvestasikan. Untuk para investor pemula, terutama yang tidak punya waktu cukup untuk memantau investasinya di pasar saham, ada baiknya mengenal reksa dana sebelum aktif berinvestasi di saham secara langsung.

Kecuali, jika sang investor yang berinvestasi di saham langsung ini ingin menyimpan sahamnya tanpa aktif diperjualbelikan dalam jangka waktu panjang, yaitu selama lebih dari 5-10 tahun.

Ada empat jenis reksa dana, di mana selain reksa dana saham, ada reksa dana campuran yang terdiri atas portofolio saham dan surat utang atau obligasi. Terdapat pula reksa dana pendapatan tetap yang terdiri atas portofolio surat utang, baik surat utang negara maupun surat utang korporasi atau obligasi.

Selain itu, ada reksa dana pasar uang yang mengalokasikan dana investasinya pada deposito perbankan dan surat utang yang jatuh temponya kurang dari setahun.