Plt Bupati Indramayu Geram dengan Pernyataan Maman Imanulhaq

oleh -81 views

INDRAMAYU, (SGOnline).-

Plt Bupati Indramayu H. Taufik Hidayat geram dengan pernyataan anggota DPR RI, Maman Imanulhaq yang ingin memindahkan embarkasi haji dari Kabupaten Indramayu ke Kabupaten Majalengka.

“Pembangunan embarkasi haji di Kabupaten Indramayu sudah menjadi blue print (cetak biru, Red) Kementerian Agama dan pembangunannya akan dimulai tahun 2020 nanti,” katanya usai peluncuran aplikasi Indramayu All in One di ruang Ki Tinggil Setda Indramayu, kemarin.

Pemkab Indramayu sendiri sudah menyiapkan lahan untuk embarkasi haji. Namun tiba-tiba tanpa ada angin dan hujan, Maman Imanulhaq membuat pernyataan yang menyinggung masyarakat Indramayu. Untuk itu, geramnya mantan Ketua DPRD Indramayu ini dapat dipahami, karena masih ada pihak yang mengutak-atik pembangunan embarkasi haji di Indramayu.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum juga pernah membuat pernyataan serupa. Namun setelah mengetahui duduk permasalahannya, Uu mengakui ada kekeliriuan dan minta maaf kepada masyarakat Indramayu.

“Setelah beberapa waktu lalu Wakil Gubernur Jawa Barat, kini anggota DPR RI mengutak-atik kembali rencana pembangunan embarkasi haji yang nantinya dibangun di Indramayu. Hormatilah proses dan tahapan yang sudah berjalan dan jangan asal bicara,” tukas Taufik dengan nada tinggi.

Seperti diketahui, melalui tayangan yang beredar di media sosial, anggota DPR RI dari Dapil 9 Jawa Barat, Maman Imanulhaq meminta Kementerian Agama agar memindahkan pembangunan embarkasi haji dari yang tadinya di Indramayu ke Majalengka dengan alasan Indramayu jauh dari akses tol.

Pada kesempatan itu, Taufik juga menyinggung konsep Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Rebana yang digagas Pemprov Jawa Barat. Menurutnya penamaan Rebana yang merujuk daerah Majalengka, Cirebon, dan Subang tanpa menyertakan Indramayu kurang tepat.

Pasalnya, konsep Rebana sendiri di dalamnya melibatkan Kabupaten Indramayu bahkan Kecamatan Tukdana direncanakan akan dikembangkan menjadi daerah penyangga aerocity BIJB itu sendiri, sehingga nama Rebana harus diubah menjadi ‘Rebana Ayu’. (Rat/SGO)