Polemik Tanah Berlanjut, Prabu Diaz Datangi PD Pembangunan

oleh -36 views


CIREBON, (SGOnline).-

Permasalahan lahan di akses masuk gedung Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati masih terus berlanjut dan belum ada titik temu.

Perwakilan pemilik tanah yang mengklaim berhak atas tanah seluas 2.101 meter persegi di sekitar gedung tersebut adalah Kantor PD Pembangunan Kota Cirebon, Kamis (26/11/2020).

Usai melakukan pertemuan dengan Direktur Utama PD Pembangunan Kota Cirebon, Panji Amiarsa di Kantor PD Pembangunan, Prabu Diaz yang mewakili H Muharram yang mengklaim sebagai pemilik tanah yang sah, mengatakan, jika tanah tersebut milik H Muharram.

“Kami sengaja mendatangi PD Pembangunan untuk menjelaskan kalau tanah tersebut milik H Muharram. Kami mempunyai dokumen berupa bukti Surat Pelepasan Hak (SPH) dari Keraton Kasepuhan, yang kebetulan PD Pembangunan juga mengklaim tanah itu sebagai asetnya,” katanya.

Prabu Diaz juga mengatakan, PD Pembangunan mempunyai versi sendiri atas tanah tersebut.

“Hasil pertemuan saya dengan PD Pembangunan belum menemukan kesepakatan atau titik temu. Namun, saya dari pihak H Muharram dan PD Pembangunan bersepakat untuk secepatnya mencari solusi terbaik. Akan tetapi, kami tidak mau dirugikan karena kami merasa kuat dengan data jika itu adalah tanah kami. Besok, kami akan kirim surat resmi kepada PD Pembangunan yang ditembuskan ke Walikota, Kejaksaan dan Kemenag serta IAIN, kalau untuk sementara tanah tersebut tidak boleh digunakan untuk kepentingan apapun sampai persoalan hukum antara kami dengan PD Pembangunan selesai,” ujarnya.

READ  YANU Cirebon Salurkan Ratusan Nasi Bungkus ke Warga Suranenggala Kulon

Menurut Prabu Diaz, tanah milik H Muharram berada di pintu masuk gerbang Gedung Pasca Sarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon seluas 2101 meter persegi.

Sementara itu, Direktur Utama PD Pembangunan Kota Cirebon, Panji Amiarsa menyebutkan, tanah tersebut sebagai tanah sengketa.

“Terlebih dahulu akan ditetapkan sebagai tanah sengketa, setelah itu ada tahapan lanjutan yang kami akan rundingkan kembali dengan pihak Muharram. PD Pembangunan akan merumuskan konsep secara terbuka dalam rangka upaya pendekatan penyelesaian,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, polemik lahan di akses masuk gedung Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati masih belum ada titik temu. Namun, ada beberapa fakta terungkap. Salah satunya, adalah Drs M Muharam MPd yang namanya dipinjam pemilik asli.

Guru Besar IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Adang Djumhu, mengatakan, satu-satunya pihak yang memiliki sertifikat tanah tersebut adalah H Muharram. Karena saat itu, Endang Abdurahman memperjuangkan status tanah tersebut melalui pelepasan lahan tersebut oleh Keraton Kasepuhan.

Namun karena Endang adalah dosen STAIN Cirebon, tanah tersebut diatasnamakan saudaranya, H Muharram.

Pria yang pernah menjabat Direktur Pasca Sarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon tahun 2006-2010 tersebut mengatakan, salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan mempertemukan berbagai pihak. Termasuk dengan pihak H M Muharram. (Andi/SGO)