Polres Kuningan Berhasil Ungkap Kasus Besar Narkoba

oleh -109 views

KUNINGAN, (SGOnline).-

Perang terhadap pengguna dan pengedar narkotika di wilayah hukum Polres Kuningan terus digencarkan. Selama kurun waktu Juli 2020, hingga Senin (20/7/2020), aparat Satuan Resnarkoba Polres Kuningan berhasil membekuk 4 tersangka penyalahguna narkoba dari dua kasus berbeda.

Dari seluruh tersangka, disita barang bukti 123,24 gram narkotika jenis sabu, dengan total barang bukti hampir 1,3 ons dan kini masih tahap penyelidikan. Hal itu disampaikan Kapolres Kuningan, AKBP Lukman Syafri Dandel Malik dalam jumpa pers di Aula Wira Satya Pradhana, mapolres setempat, Senin (20/7/2020).

“Para tersangka berinisial IP (37 tahun), warga Kecamatan Cilimus, EHP (25 tahun), warga Kecamatan Maleber, DAS (29 tahun), warga Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, dan N (29 tahun), warga Kecamatan Maleber,” papar Kapolres didampingi Wakapolres, Kompol Jaka Mulyana dan Kasat Resnarkoba, Arief Budi Hartoyo.

Dari tersangka pertama, diamankan barang bukti 1 paket sabu terbungkus plastik klip bening seberat 0,60 gram. Sedangkan dari EHP, diamankan 2 paket sabu terbungkus kertas permas merah seberat 0,50 gram.

“Sementara itu, dari tersangka DAS, diamankan beberapa barang bukti, berupa 1 paket sabu seberat 51,32 gram, kemudian 1 paket seberat 41,82 gram, 21 paket sabu siap edar masing-masing berat 1 gram (jumlah 21 gram, Red), lalu 4 paket sabu siap edar total berat 7 gram,” beber Kapolres.

Senilai lebih dari Rp 100 juta

Yang terakhir, dari tersangka N, disita 2 paket sabu dalam plastik klip bening memakai lakban dengan berat total 1 gram. Selain paket sabu, disita juga satu pak sedotan yang digunakan untuk membungkus sabu yang akan dijual para tersangka. Lalu, beberapa unit handphone juga diamankan sebagai barang bukti.

“Untuk pengungkapan ini bisa disebut kelas besar di Jawa Barat, dilihat dari barang bukti yang diamankan. Barang bukti terbanyak didapat dari tersangka DS asal Kota Cirebon,” imbuhnya.

Diterangkan dia, tersangka DS merupakan pemain kambuhan dalam kasus sama. Ia bisa disebut bandar dan pengedar besar di wilayah Cirebon. “Jika diuangkan, total barang bukti bisa mencapai lebih dari Rp 100 juta,” ujar Kapolres.

Kepada tersangka diancam hukuman pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun. Bahkan, untuk residivis dan pengedar besar bisa maksimal hukuman mati. Tersangka diduga melanggar Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, Pasal 114 (2), 112 (1) dan 112 (2). (Ruddy/SGO)

Hayyyy  hallo..... Mas, Mba... Sis  Bro... dah pada daftar menjadi mahasiswa baru UGJ belum.....ituloh Universitas Swadaya Gunung Jati.... Dulu kalian mengenalnya dengan Unswagati

Diatas ada panduan cara mendaftar online via fasilitas BJB ya....? dan juga panduan untuk melakukan heregistrasi/registrasi bagi yang sudah dinyatakan Lulus....

Semoga kalian bisa lulus dengan jurusan/program studi yang dicita-citakan

Kuliah....kuyyy ke UGJ