Polres Kuningan Usut Pembuang Limbah Hazmat di Kramatmulya

oleh
Kapolres Kuningan, AKBP Lukman Syafri Dandel Malik

KUNINGAN, (SGOnline).-

Polres Kuningan bakal mengusut tuntas kasus pembuangan limbah medis, berupa alat pelindung diri (hazmat) dan kemasan obat-obatan yang ditemukan di tempat pembuangan sampah (TPS) di Kecamatan Kramatmulya pada Sabtu (6/6/2020).

“Saya baru mengetahui ada limbah medis yang diduga dibuang sembarangan di tempat sampah umum. Kami akan telusuri dan akan didalami siapa orangnya, jika ada yang mengarah ke sana, akan dilakukan lidik,” kata Kapolres Kuningan, AKBP Lukman Syafri Dandel Malik yang dikonfirmasi terkait penemuan limbah hazmat di lokasi pembuangan sampah umum, Minggu (7/6/2020).

AKBP Lukman menegaskan, penelusuran terhadap pembuang limbah sampah ini segera dilakukan melalui Unit Reserse Kriminal. “Nanti kita ungkap dan melakukan penyelidikan lebih dalam,” katanya.

Warga resah

Sementara itu, Ketua Pengurus Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia (PK -KNPI) Kecamatan Kramatmulya, Hafiz, mengatakan, polemik pembuangan sampah medis yang terjadi di wilayahnya membuat masyarakat khawatir karena takut tertular.

Menurutnya, limbah medis itu seharusnya ditangani secara khusus dan bukan dibuang di lingkungan pemukiman penduduk. Sebab, limbah APD itu memiliki jejak penyakit yang tidak bisa terdeteksi secara kasat mata. Terlebih di masa pandemik covid-19, masyarakat cenderung dihantui perasaan was-was.

“Kendati sudah mendapat tanggapan dari petugas medis dan pemerintah, namun sejak awal semestinya diamankan petugas kebersihan. Kasus ini harus tetap diungkap agar memberikan efek jera bagi oknum pembuang limbah medis ini,” ucap Hafiz yang juga Ketua Karang Taruna Desa Kalapa Gunung, Kecamatan Kramatmulya, Kuningan ini.

Dijelaskannya, penanganan limbah medis dan lingkungan kesehatan masyarakat diatur dalam Permenkes No 7 Tahun 2019. “Kami akan kawal kasus limbah medis yang terjadi di daerah kami. Ini sudah masuk tindakan kriminal dalam hal kesehatan dan kenyamanan hidup warga,” tegas Hafiz.

Yakin akan terungkap

Di bagian lain, aktivis pendidikan non formal, Ulfa, merasa yakin jika kasus ini bisa terungkap. “Saya yakin bakal terungkap siapa pelakunya. Sebab limbah medis ini sudah viral di sosial media. Polisi pasti punya cara untuk mengungkap kasus ini,” ucapnya.

Lebih jauh dikatakan Ulfa, kepolisian bisa menelusuri dari merk dan distributornya, kemudian mengerucut pada pemakainya. “Ini mah perkiraan seorang awam saja yang ikut prihatin dengan pembuangan limbah APD yang dibuang sembarangan,” paparnya.

Di sisi lain, pemerhati lingkungan hidup, Amung Haryanto, mengaku sangat prihatin dengan kasus pembuangan sampah medis di TPS Kramatmulya. Kasus semacam itu semestinya tidak perlu terjadi, karena akan memicu keresahan masyarakat.

“Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini, limbah medis berupa hazmat, masker dan sarung tangan dikhawatirkan berasal dari bekas pakai petugas medis yang menangani pasien Covid-19 atau melakukan test laboratorium untuk pengecekan pasien tersebut,” tuturnya. (Salawati/SGO)