Poppy: Tidak Semua Kerusakan Sekolah Langsung Ditangani

oleh -61 views

Kemendikbud RI melalui Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah melakukan kunjungan ke SMP Negeri 2 Plumbon, Kabupaten Cirebon, Jumat (4/10/2019). Paska insiden runtuhnya atap dua ruang kelas yang menimpa puluhan siswa dan guru saat kegiatan belajar mengajar (KBM), sekolah ini menarik perhatian banyak pihak.

Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Poppy Dewi Puspitawati saat mengunjungi SMPN 2 Plumbon menyatakan keprihatinan dan duka mendalam atas musibah tersebut. Terlebih sejumlah siswa dan guru ikut menjadi korban runtuhnya atap bangunan sekolah.

“Saya atas nama Kemendikbud turut berduka atas musibah yang menimpa siswa-siswi dan guru SMP Negeri 2 Plumbon ini. Semoga siswa maupun guru yang menjadi korban lekas sembuh dan bisa beraktivitas seperti biasa,” harapnya didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, H Asdullah Anwar.

Poppy mengaku beberapa saat setelah musibah terjadi dirinya bersama tim langsung mendatangi SMPN 2 Plumbon dan sekaligus menginvetarisasi sekolah, termasuk menjenguk para korban. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang lagi di masa yang akan datang.

Dalam kunjungan ini, Poppy berdialog dengan seluruh kepala sekolah se-Kabupaten Cirebon. Ia mengingatkan, selain fisik bangunan, hal lain yang harus diperhatikan adalah kinerja dan kualitas guru. “Jadi sekolah itu harus bagus dari semua unsur, terutama standar nasional pendidikan,” ujarnya.

Untuk melancarkan proses belajar mengajar, Kementerian menawarkan bantuan ke sekolah berupa tenda. Hanya saja tawaran tenda besar standar UNICEF ditolak sekolah karena merasa belum memerlukannya.

Diakui Poppy, penanganan bangunan rusak merupakan kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, meski begitu pihaknya akan menyampaikan surat kepada PUPR supaya perbaikan bangunan SMPN 2 Plumbon dapat diprioritaskan.

“Anggaran bantuan untuk sekolah memang terbatas, karena jumlah SMP di Indonesia saja ada 39.500 sekolah. Bantuan itu banyak sumbernya misalnya dari DAK dan tidak semua bisa dicover, bukan dari like and dislike ya, tapi berdasarkan prioritas,” tandasnya.

Alokasi yang tersedia dari APBN ada 110 untuk renovasi sekolah yang ada. Jumlah itu di antaranya 10 untuk afirmasi Papua dan Papua Barat dan 100-nya lagi untuk 39.500. Sementara untuk Cirebon mendapat renovasi satu dan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) atau paket komputer dan satu center.

“Cirebon mendapat 12 TIK, sementara masih ada kota dan kabupaten di wilayah lain yang belum dapat. Cirebon sendiri sudah hebat karena sudah mendapat 12 TIK,” ujar Poppy. (Mad/SGO)