Produsen Tahu Terpaksa Kurangi Produksi dan Perkecil Ukuran

oleh -105 views

Media Iklan


CIREBON, (SGOnline).-

Melonjaknya harga kacang kedelai impor dalam beberapa hari terakhir ini memengaruhi produksi pengusaha tahu di sejumlah wilayah, tak terkecuali di Desa Cikalahang, Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon. Akibatnya, produsen tahu terpaksa memperkecil ukuran dari biasanya untuk meminimalisasi kerugian.

Menurut pemilik pabrik tahu, Rohman, untuk menjaga agar konsumen tidak hilang, ia terpaksa tidak menaikkan harga tahu, namun memperkecil ukuran. “Saat ini harga kedelai sudah mencapai Rp 8.200 sampai Rp 9.000 per kilogram,” ujarnya, Rabu (5/1/2021).

Harga normal awal kedelai Rp 7.000/kg, namun kini sudah naik hingga Rp 2.000 per kg. Semula, ia mampu memproduksi 5 kwintal, tapi saat ini hanya 1 kwintal. Selain itu, satu kotak tahu dijual Rp 34.000 isi 100 biji. Namun sekarang ukuran diperkecil menjadi Rp 110 dengan harga tetap.

Bila harga kedelai tetap tinggi, ia bersama produsen tahu lainnya berencana mogok produksi. Sebab, bila pun diteruskan tidak akan mendapat untung, malah bisa rugi, karena jumlah pembeli juga berkurang.

“Saya berharap, pemerintah ikut andil menekan kenaikan harga kedelai impor ini. Agar bisa turun kembali, jadi kita sebagai produsen tahu bisa terus berjalan dan tidak kehilangan pelanggan. Soalnya, tahu juga menjadi salah satu makanan pokok masyarakat,” terangnya. (Andi/SGO)

READ  KPw BI Cirebon Sebar Ratusan Pohon
Media Iklan