PSBB Proporsional Berakhir Jumat, Kasus OTG dan OPD Justru Naik

oleh
Karna Sobahi

MAJALENGKA, (SGOnline).-

Jelang berakhirnya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proporsional pada, Jumat 12 Juni 2020, tercatat ada peningkatan kasus orang tanpa gejala (OTG) dan pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Majalengka, jika dibandingkan dengan hari sebelumnya, Rabu (10/6/2020).

Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Majalengka, H Alimudin, membenarkan jika OTG dan PDP di Majalengka ada kenaikan jika dibandingkan kemarin. “Berdasarkan data Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 ada penambahan 2 orang OTG dan 2 orang PDP,” kata Ali melalui pesan singkatnya.

Sedangkan data orang dalam pemantauan ODP dan pasien positif covid-19 Majalengka masih sama seperti hari sebelumnya. “PSBB akan berakhir dan dilanjutkan dengan adaptasi kebiasan baru atau AKB,” katanya.

Ia menjelaskan, hari ini terdapat ODP 116 orang terdiri dari 37 orang dalam pemantauan dan 79 selesai pemantauan. Sedangkan ODP 552 orang, dengan rincian dalam pemantuan 14 orang dan selesai pemantauan 538 orang.

“Kalau jumlah PDP ada 62 orang dengan rincian 4 orang dalam pengawasan dan 48 orang selesai pengawasan serta meninggal dunia 10 orang. Sedangkan pasien positif 7 orang meliputi 3 orang dalam perawatan, sembuh 3 orang dan 1 orang meninggal dunia,” paparnya.

Pembukaan fasilitas umum

Secara terpisah, Bupati Majalengka, H Karna Sobahi, mengaku tengah mempersiapkan pembukaan sejumlah fasilitas umum, menyusul berakhirnya PSBB jilid ketiga.

“Ada beberapa fasilitas umum yang bakal dibuka begitu memperoleh izin AKB, yakni minimarket dan mal, khususnya berkaitan dengan jam operasional. Karena sebelumnya pukul 08.00-18.00 WIB, ke depan akan diperpanjang hingga 20.00 WIB,” ucapnya.

Selain itu, lanjut dia, warung makan, restoran dan kafe kembali akan dibuka normal. Begitu pula dengan pasar tradisional, akan beroperasi pukul 02.00-15.00 WIB. “Akan tetapi jika AKB ini diterapkan, masyarakat harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” tandas mantan Wakil Bupati Majalengka dua periode ini.

Namun dalam penerapan AKB nanti tempat lainnya tetap ditutup, seperti, sekolah, taman dan perpustakaan. “Kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan risiko penularan virus corona yang mungkin sulit dikendalikan di tempat-tempat tersebut. Pendidikan off, taman tetap ditutup, perpustakaan tutup, terminal dan bandara 70 persen. Hajatan tetap ditangguhkan,” ujarnya. (Humas Covid-19/Ruddy/SGO)