Puluhan Jaring Sero Porak Poranda Dihantam Ombak

oleh -52 views

INDRAMAYU, (SGOnline).-

Masyarakat nelayan di Indramayu, khususnya pemilik jaring sero atau alat tangkap ikan di tengah laut dengan menggunakan jaring dan bambu, harus menelan pil pahit. Pasalnya, jaring sero mereka porak poranda akibat diterjang ombak jedor atau bentrokan antargelombang, Jumat (12/10/2019) pukul 02.00 WIB dini hari. Kondisi itu terjadi di perairan Cantigi, Kabupaten Indramayu.

Meskipun hal itu tidak menelan korban jiwa, namun terjangan ombak setinggi hampir 3 meter itu mengakibatkan kerugian para pemilik sero yang berharga puluhan juta. Ombak jedor itu muncul secara tiba-tiba dari kejauhan sekitar 10 mil dari muara sungai desa tersebut.

“Seluruh bambu dan jaring hilang diterjang ombak jedor. Selain modal membuat sero belum kembali, kini saya juga harus membayar utang pada juragan. Ini yang membuat saya pusing plus bingung harus darimana mendapatkan uang supaya bisa bayar utang,” kata Kudi (43), pemilik sero asal Desa Cantigi, Minggu (13/10/2019).

Hal yang serupa pula dikatakan, Tara (46), nelayan sero asal Desa Cangkring, Kecamatan Cantigi. Pemilik empat sero itu mengaku, semua sero miliknya hancur bahkan dua dari empat sero tersebut hilang tanpa bekas.

“Sebenarnya saat sekarang ini biasanya laut sedang bersahabat. Artinya, tidak ada gelombang dan angin besar. Eh malah sebaliknya, ombak jedor itu muncul secara tiba-tiba. Semua sero milik saya hancur tidak hanya bambu, jaringnya pun hilang tak tersisa,” ujarnya.

Ditanya berapa kerugian satu sero, ayah bercucu dua itu mengaku biaya membuat sero antara Rp 7 hingga 15 juta. “Kalau sero kecil paling juga Rp 8 juta. Sedangkan yang besar Rp 18 juta. Saya punya empat sero dan semuanya besar-besar,” ungkapnya.

Hingga berita ini ditulis, para pemilik sero masih terus melakukan spekulasi pencarian bambu-bambu bekas sero yang hancur diterjang ombak jedor. Pencarian dilakukan dengan menggunakan perahu.(Ger/SGO)