Putra Bupati Majalengka Diserang Sekelompok Orang

oleh -89 views

MAJALENGKA, (SGOnline).-

Peristiwa keributan dengan melibatkan puluhan orang yang diwarnai insiden penembakan di Kabupaten Majalengka mendapatkan perhatian serius dari orang nomor satu di pemerintahan setempat. Terlebih, kejadian itu melibatkan putra kedua Bupati Majalengka.

“Intinya kami keluarga menyerahkan sepenuhnya persoalan ini kepada norma hukum yang berlaku,” kata Bupati Majalengka melalui pesan singkatnya, Selasa (12/11/2019).

Sementara juru bicara keluarga Bupati Majalengka, Arif Chaidar membeberkan kronologis kejadian yang menggemparkan Majalengka itu. Menurut dia, pemberitaan yang muncul saat ini dari saudara Panji dinilai sepihak dan terkesan memojokkan pihak keluarga.

Ditegaskan dia, dari hasil kejadian itu sebenarnya putra Bupati Majalengka, Irfan Nur Alam diserang segerombolan orang di bawah pengusaha pimpinan Panji Cs dengan membawa senjata tajam. “Kurang lebih ada 20 orang saudara Panji membawa anak buahnya akan menyerang rumah putra bupati,” ujar Arif Chaidir saat memberikan keterangan pers bersama para awak media, Selasa (12/11/2019).

Kala itu, sambung Arif, Panji menanyakan kehadiran Andi Acong terkait soal utang piutang dengan cara beringas. Kebetulan malam itu Irfan putra Bupati Majalengka sedang dalam perjalanan pulang dari Bandung menuju Majalengka.”A Irfan memberitahu agar tidak terjadi keributan atau kegaduhaan di rumahnya di Cijati, maka A Irfan mengajak komplotan Panji bertemu di Sakura Cigasong,” paparnya.

Dari perjalanan dari Bandung Irfan langsung menuju lokasi dan di sana ternyata sedang terjadi perkelahian massal pihak gerombolan penyerang dengan senjata tajam berhadapan dengan tangan kosong. “Saat itu A Irfan yang baru datang dari Bandung langsung turun dari mobil melihat dan melihat gelagat tidak baik. Saat itu ia secara spontan mengambil senjata perbakin yang telah berizin dan menembakkan ke atas,” ucapnya.

Pada saat bersamaan Panji pengusaha kontraktor dan pimpinan itu tiba-tiba langsung penyerang Irfan dan merebut senjatanya. “Saat itu terjadi tarik menarik senjata dan A Irfan dibantu Handoyo. Saat itu terjadilah perebutan senjata, hingga meletus dan kena ke tangan Panji dan teman Handoyo tangannya teman Irfan. “Jadi informasi yang beredar di media saat ini baru sepihak. Ini kronologis yang sebenarnya,” ucapnya.

Sementara itu di waktu yang bersamaan Polres Majalengka melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), Selasa (12/11/2019) pagi terkait adanya dugaan penembakan yang terjadi di kawasan Ruko Taman Hana Sakura Kecamatan Cigasong Kabupaten Majalengka, Minggu (10/11/2019) malam sekitar pukul 23.00 WIB. (Hisyam/SGO)