Raja Tega, Ibu Kandung Dalangi Pembunuhan Anaknya Sendiri

oleh -99 views

INDRAMAYU, (SGOnline).-

Tak tahan melihat kelakuan anaknya yang kerap menjual tanah dan sawah tanpa izin, terlebih sering kali mengancam akan membunuhnya, Darini (50 tahun) nekat membunuh anak kandungnya sendiri melalui sejumlah suruhannya dengan imbalan uang sebesar Rp 20.000.000, Kamis(12/12/2019)

Akibatnya, janda kaya, warga Desa Cibereng Blok 3, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu ini harus menanggung risiko akibat perbuatannya. Ia kini duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Indramayu. Selain Darini, kedua terdakwa eksekutornya, yakni Warsudian dan Wardi, juga digelandang di pengadilan secara terpisah. Sedangkan terdakwa lainnya, Ahmad Solihin, Bejo, dan Fuji ketiganya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Sidang perdana yang sempat menjadi perhatian pengunjung itu dipimpin Indrawan, didampingi dua hakim anggota masing-masing, Adil Hakim dan Moris. Sementara jaksa penuntut umum (JPU), Tisna. Di persidangan terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Robun Cs.

Terungkap dalam persidangan, aksi pembunuhan sadis itu dilakukan para terdakwa terhadap korban Carudin. Tepatnya pada, bulan Juli 2019 pukul 12.00 WIB, di padepokan milik Ahmad Solihin. Korban selain dihantam pada bagian kepalanya dengan batu besar, juga disabet di bagian badan dan kepalanya dengan senjata tajam secara berantai oleh para tersangka. Dalam hitungan menit, korban tewas seketika.

Diawali, Daniri ibu kandung korban, sering mengeluh pada tetangga dan kerabatnya karena anaknya yang bernama Carudin sering kali menjual tanah dan pekarangan tanpa izin ibu kandungnya. Lebih dari itu, korban sering kali mengancam akan membunuhnya. Itu pun bila Darini melarang anaknya kembai akan menjual tanah dan pekarangan miliknya, termasuk sang ibu kandung tak suka pada korban yang menyukai sesama jenis.

Berangkat dari persoalan itu, Darini yang sudah mulai ketakutan pada anaknya, langsung mendatangi para terdakwa dan tersangka yang kabur. Dengan kesepakatan akan memberi imbalan uang sebesar Rp 20.000.000, aksi pembunuhan pun akhirnya dilakukan.

Korban Carudin lalu dibawa para terdakwa. Tepatnya di sebuah tanggul Sungai Cilalanang, korban Carudin, dihantam pada bagian kepala belakang dengan batu besar. Selanjutnya, oleh para terdakwa lainnya dan tersangka yang kabur, disabet dengan celurit secara bergantian. Dalam hitungan menit, korban pun jatuh tersungkur tak bernyara bersimbah darah.

Selanjutnya, setelah dinyatakan meninggal dunia, kedua terdakwa dan tersangka lainnya, meminta imbalan yang dijanjikan Daniri. Uang sebesar Rp 20 000.000 akhirnya diserahkan. Seperti kata pepatah, sepandai-pandainya menyimpan bangkai, akhirnya akan tercium juga. Di hadapan tim penyidik Polres Indramayu para terdakwa mengaku semua perbuatannya.

Di persidangan, terdakwa Daniri, termasuk kedua terdakwa lainnya yang disidang secara terpisah (Warsudin dan Wardi) oleh jaksa penuntut umum dijerat dengan pasal 340 KUHP Yo pasal 55 ayat 2 KUHP dengan hukuman di atas 12 tahun penjara. Sidang ditunda hingga, Kamis pekan depan dengan agenda sidang, pembelaan terdakwa atas dakwaan jaksa penuntut umum.(GER/SGO)